• August 15, 2022 2:00 am

AS Bunuh Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri di Afghanistan

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri meninggal dalam serangan pesawat tak berawak yang dilakukan CIA di Afghanistan. Al-Zawahiri terbunuh pada Minggu (31/7) dan menjadi pukulan terbesar bagi kelompok itu sejak pendirinya Osama bin Laden terbunuh pada 2011.

“Keadilan telah ditegakkan dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi,” kata Biden dalam pidato khusus dari Gedung Putih.

Intelijen telah menemukan keluarga al-Zawahiri di Kabul awal tahun ini, kata Biden. Ia menambahkan bahwa tidak ada warga sipil atau anggota keluarga Al-Zawahiri yang tewas dalam serangan itu.

Ahli bedah asal Mesir itu sempat dihargai kepalanya oleh AS USD25 juta. Peran Al-Zawahiri di Al-Qaeda mengoordinasikan serangan 11 September 2001 di AS yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Sebelumnya, pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan CIA melakukan serangan pesawat tak berawak di Kabul, Afghanistan pada Minggu (31/7), menggunakan dua rudal. Saat itu Al-Zawahiri berada di balkon rumahnya.

“Ini pukulan yang signifikan,” kata Direktur Riset di Soufan Group Colin Clarke.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Al-Zawahiri di Kabul sangat menarik dianalisis. Salah satunya tentang hubungannya dengan Taliban.

“Ini memberi tahu kita bahwa dia menjadi jauh lebih nyaman selama beberapa tahun terakhir sejak Taliban mengambil alih,” kata Clarke.

Taliban mengkonfirmasi serangan di Kabul, dan mengutuknya sebagai pelanggaran prinsip-prinsip internasional. Seorang pejabat AS mengatakan sebelumnya bahwa kehadiran al-Zawahiri di Kabul adalah pelanggaran yang jelas terhadap perjanjian Doha yang ditandatangani Washington dan Taliban pada 2020.

Kesepakatan itu membuka jalan bagi penarikan pasukan asing pimpinan AS dengan imbalan jaminan dari Taliban untuk tidak mengizinkan kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan Islamic State (IS) beroperasi di tanah Afghanistan.

Pasukan AS mundur tepat sebelum batas waktu 31 Agustus untuk mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah negara itu. (Aljazeera/OL-13)

Baca Juga: Boeing Akan Buka Pusat Penelitian dan Teknologi di Jepang


Sumber: Media Indonesia | AS Bunuh Pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri di Afghanistan

Leave a Reply

Your email address will not be published.