• July 20, 2026 7:46 pm

Polisi: Pelaku peledakan bom di MAN 3 Padang bukan jaringan terorisme

Polisi: Pelaku peledakan bom di MAN 3 Padang bukan jaringan terorisme

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Padang (ANTARA) – Kepolisian Resor Kota Padang menyatakan bahwa pelaku peledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026, bukan bagian dari jaringan terorisme.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Komisaris Polisi M Yasin di Padang, Senin, mengatakan kepastian itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku tidak terindikasi ataupun terafiliasi dengan jaringan terorisme,” kata Yasin.

Selain itu, katanya, pelaku R yang masih berstatus siswa MAN 3 Padang dan berusia 17 tahun itu juga bukan seorang lonely wolf.

Istilah lonely wolf merujuk pada seorang pelaku yang telah terpapar paham radikal, namun merencanakan dan melakukan aksinya sendirian tanpa terikat suatu kelompok.

“Jadi, pelaku ini juga bukan seorang lonely wolf, aksinya melakukan perakitan benda yang dapat meledak itu murni karena rasa ingin tahu,” jelasnya.

Ia juga menerangkan alasan pelaku nekad meledakkan benda tersebut di pekarangan sekolahnya sendiri karena kekesalan terhadap seseorang.

Kepada penyidik, R mengakui kalau dirinya mengalami perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, sejak jenjang sekolah dasar hingga kini duduk di bangku kelas XII MAN.

Baca juga: Polisi periksa siswa yang diduga merakit bom di Padang

Peledakan bom rakitan tersebut ditengarai sebagai cara pelaku untuk melampiaskan kekesalannya, sekaligus menunjukkan eksistensi dan jati diri di lingkungan pergaulan.

Yasin mengatakan sampai saat ini penangan kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang masih terus bergulir di Satreskrim Polresta Padang.

Polisi telah memeriksa dan mengambil keterangan dari para saksi yang terkait dengan kejadian, seperti pihak sekolah dan sejumlah siswa.

“Kami akan menangani kasus ini secara profesional dan mendalam, dengan tetap mempertimbangkan segala aspek yang mungkin mempengaruhi peristiwa,” katanya.

Peledakan bom rakitan terjadi di dalam pekarangan MAN 3 Padang pada Selasa (14/7), tepatnya di teras samping kelas.

Tidak ada korban jiwa ataupun kerusakan yang berarti akibat kejadian tersebut, namun suara dentuman yang keras telah mengagetkan dan menimbulkan kepanikan warga sekolah.

Dari pemeriksaan polisi, sejauh ini terungkap bahwa R mempelajari cara membuat benda yang bisa meledak itu dari internet secara otodidak sekitar empat bulan lamanya.

Sedangkan untuk bahan baku dan alat-alat yang diperlukan, R mencarinya di toko daring, lalu merakitnya seorang diri.

Perakitan dilakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua maupun anggota keluarga yang lain. Bom rakitan itu lalu disimpan hingga akhirnya diledakkan pada Selasa (14/7).

Baca juga: Polisi selidiki motif di balik ledakan bom di Padang

Baca juga: Puan sebut sekolah harus aman dari perundungan imbas kasus bom rakitan

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Polisi: Pelaku peledakan bom di MAN 3 Padang bukan jaringan terorisme” pada 2026-07-20 18:20:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *