RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Kalangan tokoh agama, adat, dan masyarakat Papua menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas TNI-Polri dalam menindak kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Eskalasi kekerasan kelompok separatis tersebut dinilai semakin meresahkan karena tidak hanya menyasar warga pendatang atau warga negara asing, tetapi juga mengancam keselamatan Orang Asli Papua (OAP).
Tokoh Agama Nasrani Puncak Jaya, Papua Tengah, Kirenius Telenggen, menyoroti aksi keji OPM yang baru-baru ini membunuh Captain Nicholas F. Goselin, pilot PT AMA asal Amerika Serikat. Pilot tersebut diketahui tengah melayani penerbangan ibadah di pelosok Papua saat insiden terjadi. Menurut Kirenius, tindakan tersebut sangat mencederai citra umat Nasrani Papua di mata internasional.
“Berbagai bentuk teror, pemerkosaan, hingga pembunuhan warga asli Papua yang menolak bergabung membuat OPM semakin kehilangan simpati. Kami menilai status OPM sudah sangat tepat dijadikan sebagai kelompok teroris karena tindak-tanduknya mengancam kedaulatan negara dan keselamatan rakyat,” ujar Kirenius saat dihubungi, Sabtu (5/9).
Desakan Penindakan Front Politik
Kirenius menambahkan bahwa masyarakat Papua kini mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas front politik OPM, seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang kerap menggelar aksi mengarah pada makar. Ia juga meminta pemerintah membendung propaganda serta narasi kebencian (hate speech) di media sosial yang menghasut pemuda Papua.
“Masyarakat semakin pintar. Kesejahteraan diperoleh melalui pendidikan dan pembangunan, bukan aksi teror. Kami mengimbau saudara-saudara yang masih bergabung dengan OPM untuk segera kembali ke pangkuan NKRI dan bersama-sama membangun Papua,” imbaunya.
Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan 4 Anggota KKB
Secara terpisah, upaya penegakan hukum tegas terus dilakukan oleh aparat keamanan di lapangan. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaporkan telah melumpuhkan empat anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam sebuah penindakan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Catatan Penindakan: Keempat anggota KKB yang tewas merupakan DPO yang terlibat dalam rangkaian tindak pidana, termasuk pembunuhan dua warga sipil di Distrik Dekai pada April 2023.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam melindungi warga sipil dari gangguan kelompok bersenjata.
“Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo,” pungkas Yusuf. (E-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Tokoh Papua Dukung TNI-Polri Tindak Tegas OPM dan KNPB” pada 2026-09-05 20:23:00
