• August 19, 2022 6:20 pm

Tidak Mempan Dikritik, Junta Myanmar Eksekusi Empat Orang

ByRedaksi PAKAR

Aug 19, 2016

Junta Myanmar telah mengeksekusi empat tahanan termasuk seorang mantan anggota parlemen dari partai Aung San Suu Kyi, Zeya Thaw, pada Senin (25/7). Hukuman yang ditentang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menambah panjang catatan kelam junta Myanmar.

“Keempatnya, termasuk aktivis demokrasi, dieksekusi karena memimpin aksi teror brutal dan tidak manusiawi,” kata surat kabar Global New Light of Myanmar.

Surat kabar itu mengatakan eksekusi dilakukan di bawah prosedur penjara tanpa mengatakan kapan atau bagaimana keempat pria itu dibunuh. Sebelumnya junta Myanmar telah mendakwa puluhan aktivis anti-kudeta dengan hukuman mati.

Namun empat orang tersebut menjadi yang pertama pelaksanaan hukuman ini. Phyo Zeya Thaw merupakan mantan anggota parlemen dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Dia ditangkap junta Myanmar pada November 2021 dan dijatuhi hukuman mati pada Januari 2022 karena pelanggaran di bawah undang-undang anti-terorisme. Aktivis demokrasi terkemuka Kyaw Min Yu lebih dikenal sebagai Jimmy menerima hukuman yang sama dari pengadilan militer.

Dua pria lainnya dan dijatuhi hukuman mati karena membunuh seorang wanita yang mereka duga adalah informan junta di Yangon. Bulan lalu junta Myanmar dikritik dunia internasional usai mengumumkan niat untuk melaksanakan eksekusi mati keempat orang tersebut.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengutuk keputusan junta tersebut. Dia menyebutnya sebagai noelanggaran terang-terangan terhadap hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan pribadi.

Phyo Zeya Thaw telah dituduh mengatur beberapa serangan terhadap pasukan rezim, termasuk serangan senjata di kereta komuter di Yangon pada Agustus yang menewaskan lima polisi. (The Straits Times/OL-12)


Sumber: Media Indonesia | Tidak Mempan Dikritik, Junta Myanmar Eksekusi Empat Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published.