• May 17, 2022 11:08 am

Gubernur Sumbar Terbitkan Imbauan ke Bupati-Walkot Tangkal NII

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menerbitkan imbauan kepada bupati dan wali kota berisi langkah antisipasi menanggulangi penyebaran paham radikalisme
Jakarta, CNN Indonesia

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menerbitkan imbauan kepada bupati dan wali kota di wilayahnya terkait penanggulangan paham radikalisme.

Imbauan bernomor 120/197/Pem-Otda/2022 yang ditandatangani Mahyeldi 25 April 2022 itu sekaligus untuk menyikapi 1.125 orang warga Sumbar yang menjadi Anggota Negara Islam Indonesia (NII).

Pemerintah Provinsi beserta Forkopimda Sumatera Barat memandang perlu untuk melakukan langkah-langkah strategis. Mahyeldi meminta kepala daerah di Sumbar melaksanakan lima langkah antisipasi.

Pertama, merespons dengan cepat setiap isu dan/atau indikasi adanya aktivitas yang mengarah pada penanaman paham radikalisme.

Kedua, mengaktifkan peran Forkopimda beserta Forkopimcam dalam pengawasan dan pembinaan masyarakat. Ini guna mengantisipasi upaya-upaya dari segelintir orang yang menyebarkan paham radikal kepada masyarakat.

Ketiga, mengimbau dan mengajak masyarakat seperti niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan parik paga nagari bersama-sama mencegah munculnya upaya-upaya penanaman paham radikal di tengah masyarakat atau sekelompok sekelompok masyarakat.

Keempat, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing yang salah satu bentuk adalah mengaktifkan lagi kewajiban lapor 2×24 jam untuk sebuah lingkungan kewajiban (jorong/RT).

Terakhir, melakukan sosialisasi melalui media massa dan forum kemasyarakatan akan bahaya radikalisme terhadap kesatuan dan persatuan masyarakat.

Polisi Minta Cabut Baiat

Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa memberi ultimatum kepada masyarakat Sumatera Barat yang menjadi pengikut Negara Islam Indonesia (NII) agar segera mencabut baiat paling lambat 20 Mei.

“Seluruhnya yang telah terekspos sejumlah 1.125 harus cabut baiat. Kalau masih ada yang tidak cabut baiat, saya akan terapkan penegakan hukum negara sekeras-kerasnya,” kata Teddy.

Penegakan hukum sekerasnya bagi pengikut NII, kata Teddy, sudah disepakati oleh Densus 88 Anti Teror dan unsur Forkopimda di Sumbar. Baginya, NKRI sudah menjadi kesepakatan final pendiri bangsa yang harus diikuti semua elemen masyarakat.

“NKRI harga mati, Pancasila harus dijunjung tinggi,” ucap dia.

(rzr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Gubernur Sumbar Terbitkan Imbauan ke Bupati-Walkot Tangkal NII

Leave a Reply

Your email address will not be published.