• May 26, 2022 5:52 pm

Sedikitnya 45 Tewas dalam Banjir Tanah Longsor di Afrika Selatan

SEDIKITNYA 45 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor setelah hujan badai melanda kota pelabuhan Durban di Afrika Selatan dan sekitar provinsi KwaZulu-Natal. Ini dikatakan pihak berwenang, Selasa (12/4).

“Laporan terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 45 orang telah kehilangan nyawa akibat hujan lebat. Jumlah ini mungkin dapat meningkat karena lebih banyak laporan masuk,” dinas pengaturan kerja sama provinsi mengumumkan dalam suatu pernyataan. Hujan deras berhari-hari membanjiri beberapa daerah dan menutup puluhan jalan di kota tenggara, sementara tanah longsor menyebabkan layanan kereta api di KwaZulu-Natal dihentikan.

Rekaman video yang dibagikan oleh petugas darurat dan penyelamat swasta dan paramedis menunjukkan jalan raya kota yang banjir, mobil yang terendam, dan rumah yang runtuh. Dinas penanggulangan bencana di Provinsi KwaZulu-Natal, tempat Durban sebagai kota terbesarnya, mendesak orang-orang untuk tinggal di rumah dan memerintahkan mereka yang tinggal di daerah dataran rendah untuk pindah ke tempat lebih tinggi.

“Lebih dari 2.000 rumah dan 4.000 rumah ilegal atau gubuk telah rusak,” kata Gubernur Sihle Zikala kepada wartawan dalam briefing yang disiarkan langsung di televisi. Operasi penyelamatan, dibantu oleh militer, sedang dilakukan untuk mengevakuasi orang-orang yang terperangkap di daerah yang terkena dampak, kata dinas pengaturan kerja sama provinsi.

Baca juga: Perubahan Iklim Dorong Hujan Ekstrem dalam Badai Afrika Tenggara 

Mereka yang terjebak termasuk guru dan siswa di sekolah menengah Durban. Wali Kota Durban Mxolisi Kaunda sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa pembangkit listrik telah kebanjiran dan pasokan air terganggu dan bahkan permakaman tidak terhindar dari kehancuran. Satu gambar yang diposting di Twitter oleh agen pelacak kendaraan antipencurian menunjukkan sesuatu seperti tengkorak manusia yang muncul ke permukaan kuburan.

Rekaman di penyiaran publik menunjukkan beberapa kontainer pengiriman berserakan di jalan bebas hambatan di kota, salah satu pintu gerbang regional Afrika selatan ke laut. Kota itu baru saja pulih dari kerusuhan mematikan Juli lalu saat pusat perbelanjaan dijarah dan gudang dibakar dalam kerusuhan terburuk di Afrika Selatan sejak berakhirnya apartheid.

Sebuah lembaga kemanusiaan lokal, Gift of the Givers, mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Kebutuhan saat ini sangat besar.” ¬†Dikatakan infrastruktur transportasi telah mengalami kerusakan besar dan beberapa orang terperangkap di bawah tembok yang runtuh.

Baca juga: Israel Klaim Tangkap 20 Tersangka Teroris dari Palestina

Layanan kereta api negara PRASA mengatakan tanah longsor dan puing-puing di rel telah memaksanya untuk menangguhkan semua layanan kereta api di provinsi tersebut. “Ini benar-benar mimpi buruk. Banyak tanah longsor, orang-orang lewat (meninggal), gedung-gedung runtuh,” ungkap Garrith Jamieson, direktur Layanan Medis Paramedis ALS yang berbasis di Durban, kepada AFP saat dia memperkirakan lebih banyak korban jiwa. (OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Sedikitnya 45 Tewas dalam Banjir Tanah Longsor di Afrika Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published.