• May 19, 2022 3:55 pm

UAS Respons Masuk Penceramah Radikal: Itu Hoaks atau Haq?

Ustaz Abdul Somad (UAS) menanggapi daftar 180 penceramah radikal yang beredar di sosial media.
Jakarta, CNN Indonesia

Ustaz Abdul Somad (UAS) menanggapi daftar 180 penceramah radikal yang beredar di sosial media. Ia mengatakan bahwa penting untuk memastikan daftar itu bukan berita bohong atau hoaks.

Selain itu, menurutnya, jika memang ia dan pendakwah lainnya bersalah, ia meminta untuk pihak-pihak berwenang menunjukkan kesalahannya sekaligus menentukan hukuman jika memang terbukti.

“Pertama pastikan apakah ini hoaks atau haq (kebenaran), jangan sampai masyarakat menelan hoaks,” ujarnya dilansir dari TV One, Rabu (9/3).

“Kedua, kalau ada orang bersalah, tunjukkan kesalahannya. Kalau bersalah, pastikan hukumannya. Jangan sampai orang dibuat terikat bertanya-tanya,” lanjut UAS.

Lebih jauh ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan berbagai isu yang beredar. Pasalnya, dengan berbagai kondisi sulit di tengah masyarakat, rentan terjadi kesalahpahaman.

“Masyarakat yang sedang sakit itu biasanya lebih sensitif. Masalahnya bukan kepada itu, tapi [itu sebenarnya] hanya jadi pemicu, maka berhati-hati lah,” paparnya.

UAS pun mengingatkan keberagaman dan kerukunan masyarakat Indonesia yang selama ini telah dijaga. Menurutnya, agar isu yang beredar tidak memecah belah masyarakat.

Tak hanya itu, menurutnya tetap tetap penting untuk berusaha atau ikhtiar menjaga keberagaman Indonesia.

“Kebhinekaan [ini] berabad-abad kita menjaga, memeliharanya. Jangan sampai dia rusak di zaman kita, karena dia akan menjadi cerita sejarah yang tidak baik buat anak-anak kita,” lanjut UAS.

Sebelumnya, daftar nama 180 penceramah radikal beredar di media sosial. Sejumlah pendakwah tenar, seperti Ustaz Abdul Somad, Felix Siauw, dan Ismail Yusanto masuk daftar itu.

“Beredar viral 180-an nama penceramah radikal dan disarankan nggak boleh diundang dan didengar,” ucap Felix di akun Instagram @felix.siauw.

“Kita tidak pernah mengeluarkan daftar ustaz radikal,” jelas Kamaruddin dalam keterangan resminya saat memberi arahan terkait Formulasi Kerja Sama di Bidang Kemasjidan di Jakarta, Rabu (9/3).

Hal itu dibantah tegas oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang mengaku tak pernah mengeluarkan daftar nama ustaz radikal. Hal itu disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

Serupa, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad menyampaikan kabar tersebut tidak benar.

“Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas, pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” kata Rumadi melalui keterangan tertulis, Rabu (9/3).

(cfd/DAL)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | UAS Respons Masuk Penceramah Radikal: Itu Hoaks atau Haq?

Leave a Reply

Your email address will not be published.