• May 26, 2022 7:10 pm

Kemenag Bantah Keluarkan Daftar 180 Ustaz Radikal

Kementerian Agama membantah telah mengeluarkan daftar 180 ustaz radikal yang saat ini ramai beredar di media sosial.
Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tak pernah mengeluarkan daftar nama ustaz radikal. Hal itu disampaikan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

Sebelumnya beredar daftar 180 nama penceramah radikal di media sosial.

“Kita tidak pernah mengeluarkan daftar ustaz radikal,” jelas Kamaruddin dalam keterangan resminya saat memberi arahan terkait Formulasi Kerja Sama di Bidang Kemasjidan di Jakarta, Rabu (9/3).

Kamaruddin mengatakan selama ini Kemenag selalu berupaya menghadirkan program atau layanan yang merangkul semua golongan. Ia mengklaim Kemenag tidak pernah menggunakan narasi radikal.

“Justru narasi yang kita bumikan adalah moderasi beragama. Tujuannya adalah agar masyarakat hidup rukun dan damai,” kata dia.

“Saat ini kita terus memperkuat peran masjid, apalagi kita punya banyak sekali program-program yang terkait kemasjidan,” tambahnya.

Sebelumnya, beredar daftar nama 180 penceramah radikal di media sosial baru-baru ini. Sejumlah pendakwah seperti Ustaz Abdul Somad, Felix Siauw, dan Ismail Yusanto masuk daftar itu.

“Beredar viral 180-an nama penceramah radikal dan disarankan nggak boleh diundang dan didengar,” ucap Felix di akun Instagram @felix.siauw.

Kantor Staf Presiden (KSP) juga membantah kabar bahwa pemerintah membuat daftar penceramah radikal. Pernyataan itu merespons kabar di media sosial soal daftar 180 nama penceramah radikal yang mencantumkan nama Ustaz Abdul Somad, Felix Siauw, dan Ismail Yusanto.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad menyampaikan kabar tersebut tidak benar.

“Saya tidak tahu dari mana asalnya. Yang jelas, pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” kata Rumadi melalui keterangan tertulis, Rabu (9/3).

(rzr/bmw)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Kemenag Bantah Keluarkan Daftar 180 Ustaz Radikal

Leave a Reply

Your email address will not be published.