• April 20, 2026 11:22 pm

Eks Napiter di Sulteng Didorong Bangkit Lewat Program Sosial

Eks Napiter di Sulteng Didorong Bangkit Lewat Program Sosial

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

MENTERI Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar dialog bersama eks narapidana terorisme dan radikalisme di Auditorium Universitas Islam Negeri Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Senin (20/4).

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial dan UIN Datokarama Palu terkait penanganan kelompok rentan, khususnya eks napiter. MoU tersebut sebelumnya ditandatangani oleh Mensos Gus Ipul dan Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S Thahir.

Sebanyak 67 eks napiter hadir langsung dalam forum tersebut. Mereka mewakili 105 orang dari dua lembaga, yakni Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lingkar Persaudaraan Nusantara Poso dan LKS Pelita Ummat Palu.

Dalam dialog itu, Gus Ipul menegaskan keinginannya untuk mendengar langsung pengalaman para peserta.

“Saya ingin lebih banyak mendengar dari bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian. Proses panjang sudah mereka jalani, bersama berbagai pihak yang terlibat dalam deradikalisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Sosial menjalankan tiga fokus layanan utama, yaitu perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan sosial.

Perlindungan dan jaminan sosial mencakup pemenuhan kebutuhan dasar. Rehabilitasi sosial bertujuan memulihkan kondisi psikologis, sosial, dan fisik agar fungsi sosial kembali berjalan. Sementara pemberdayaan sosial diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan sosial.

Gus Ipul menekankan bahwa setiap layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Karena itu, asesmen awal menjadi langkah penting untuk memetakan kebutuhan secara tepat.

“Melalui asesmen, kita akan melihat apa yang dibutuhkan. Apakah pelatihan keterampilan, atau bantuan modal usaha dan penguatan ekonomi,” jelasnya.

Dialog berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka, yang dijawab langsung oleh Gus Ipul.

Salah satu peserta, Akbar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Menteri Sosial di Palu.

“Dari sekian banyak instansi, ini mungkin satu-satunya kementerian yang datang langsung bersama pimpinan. Ini kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Akbar juga menuturkan berbagai tantangan yang dihadapi eks napiter dalam proses kembali ke masyarakat. Ia menilai dukungan pemerintah sangat penting untuk memperkuat reintegrasi sosial.

Ia berharap komunikasi yang terjalin tidak berhenti pada pertemuan ini saja.

“Semoga silaturahmi ini terus berlanjut. Kami ingin saling membantu, mendukung, dan menjaga,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Eks Napiter di Sulteng Didorong Bangkit Lewat Program Sosial” pada 2026-04-20 22:42:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *