• September 25, 2021 5:15 am

Satgas Madago Raya Tembak 1 Teroris MIT, Sita 1 Revolver-2 Bom Lontong

ByRedaksi PAKAR

Jul 17, 2021

Satgas Madago Raya kembali terlibat kontak tembak dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Kelurahan Tanah Lanto, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng). Kontak tembak terjadi sekitar pukul 11.30 Wita.
“Jadi tadi sekitar jam 11.30, Satgas Madago Raya kontak tembak lagi di Desa Tanah Lanto, Parimo,” kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto kepada detikcom, Sabtu (17/7/2021).

Didik menyebut satu teroris MIT Poso tertembak dan tewas. Saat ini Satgas Madago Raya masih mengevakuasi jasad teroris tersebut.

“Terduga teroris DPO Poso meninggal dunia. Saat ini masih proses evakuasi,” ucap Didik.

Didik menyampaikan Satgas Madago Raya juga menyita satu pucuk senjata api jenis revolver, dua buah bom lontong, dan sebilah golok dari teroris tersebut. Selain mengevakuasi jasad teroris tersebut, tim Satgas Madago Raya mengejar teroris MIT Poso lainnya yang melarikan diri pasca-kontak tembak.

“Barang buktinya ada satu pucuk revolver, dua bom lontong, satu bilah senjata tajam jenis golok dan baju loreng. Ini masih mengejar kawan-kawannya juga,” jelas Didik.

Sebelumnya diberitakan Koopsgabssus Tricakti menembak mati dua teroris MIT Poso di Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah (Sulteng). Polri mengungkapkan kronologi penembakan terhadap dua teroris MIT yang membuat nyawa keduanya melayang.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut dua teroris MIT Poso itu ditembak pada Minggu (11/7) dini hari pukul 03.00 Wita. Koopsgabssus Tricakti terlibat kontak tembak dengan sejumlah anggota teroris MIT Poso di Pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Ramadhan mengungkapkan penembakan itu bermula dari aduan masyarakat yang kehilangan makanan. Ramadhan mengatakan tim melakukan penyisiran dan menemukan jejak berupa bekas makanan para DPO teroris MIT.

“Peristiwa tersebut diawali dengan adanya informasi bahwa seorang warga telah kehilangan sejumlah barang miliknya berupa bahan makanan. Kemudian atas informasi tersebut, tim melakukan penyisiran dan menemukan jejak bekas makanan DPO teroris Poso,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, tim berhasil menemukan para DPO sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itulah kontak tembak terjadi sehingga mengakibatkan dua teroris MIT Poso tersebut tewas. Hingga kini RS Bhayangkara Palu masih melakukan proses identifikasi dengan pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas kedua terduga teroris MIT Poso itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *