RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
ANTARA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menanggapi dugaan perekrutan teroris yang menargetkan anak melalui game online. Ditemui di Jakarta, Rabu (19/11), Meutya mengatakan, berbagai kejahatan di dunia fisik, termasuk terorisme bisa masuk ke dunia maya dan menargetkan anak-anak. Untuk itu pemerintah menerbitkan PP Tunas yang diharapkan dapat membuat anak-anak dan remaja menunda penggunaan media sosial sehingga diharapkan mereka mampu menolak konten negatif dan ajakan perilaku berbahaya di dunia maya. (Sanya Dinda Susanti/Pradanna Putra Tampi/Rizky Bagus Dhermawan/Rijalul Vikry)
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Teroris diduga rekrut anak via game online, ini respons Menkomdigi – ANTARA News” pada 2025-11-19 23:21:00
