• June 27, 2022 12:30 am

MUI Sulsel sebut khilafah tidak identik dengan terorisme

ByRedaksi PAKAR

Jun 4, 2022
MUI Sulsel sebut khilafah tidak identik dengan terorisme

berbaiat kepada NKRI yang menjadi kewajiban kita selaku Muslim di Indonesia

Makassar (ANTARA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof KH Najamuddin menanggapi adanya dugaan kelompok tertentu mensalahartikan khilafah dalam setiap kegiatannya untuk menjadi bagian dari terorisme.

“Khilafah tidak identik dengan terorisme dan khilafah tidak boleh disalahartikan,” ujar Prof Najamuddin menegaskan melalui siaran pers diterima di Makassar, Sabtu.

Ia menjelaskan khilafah dalam arti kepemimpinan adalah sesuatu yang wajib dalam pandangan Islam. Nabi Muhammad SAW memerintahkan jika kalian bertiga keluar dari daerah angkatlah satu pemimpin dalam perjalanan.

Jika tiga saja harus ada pemimpin maka dalam komunitas Rukun Tetangga atau Rukun Warga (RT/RW hingga negara perlu ada pemimpin.

Untuk itu, kepemimpinan disesuaikan dengan kebutuhan satu komunitas, ada berbentuk monarki dalam berbagai bentuknya seperti kerajaan (mamlakah), ada berbentuk republik, dan lain sebagainya. Tidak ada model yang baku ditawarkan Islam kecuali hanya prinsip prinsip seperti musyawarah dan lain-lain.

“Dari sistem itu, maka ada pemimpin dijuluki Amir, Rais Daulah, Almalik, Sultan, dan sebagainya. Semua itu sebenarnya adalah eksistensi manusia sebagai khalifah,” tuturnya kembali menjelaskan.

Baca juga: Polda Metro Jaya sebut konvoi khilafah di Jaktim langgar UUD 1945

Baca juga: Konvoi motor bawa atribut khilafah sempat bagikan selebaran di Jaktim

Menurutnya, jika ada orang Muslim Indonesia yang tidak mengakui pemerintahan yang sah, mulai dari kecamatan hingga negara, bahkan ada niat untuk melakukan separatis, maka bisa saja dia masuk dalam kategori orang yang tidak berbaiat.

Rasulullah menyebutkan siapa yang tidak berbaiat maka jika mati, matinya dalam keadaan jahiliyah atau kafir.

“Kesiapan kita mengikuti aturan negara dan tunduk aturan negara, pada hakikatnya kita berbaiat kepada NKRI yang menjadi kewajiban kita selaku Muslim di Indonesia,” ujarnya menekankan.

Karena itu, perlu dipahami khilafah dengan makna yang sebenar-benarnya agar tidak terjadi pemahaman yang mengarah kepada ekstremisme dan radikalisme. Memahami substansi khilafah dalam bingkai Kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Pancasila bagi bangsa Indonesia sudah final. Founding father kita yang terdiri dari ulama, menganalogikan dengan Piagam Madinah yang pernah dibuat Nabi dalam menyatukan elemen umat dalam bingkai negara Madinah,” katanya menerangkan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengasumsikan konvoi kendaraan bermotor dengan membawa spanduk bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ oleh kelompok Khilafatul Muslimin, belum lama ini di Jakarta dinilai bisa berpotensi mengarahkan dan melahirkan paham terorisme.

Baca juga: Hamdan Zoelva sebut konstitusi adalah perjanjian suci bernegara

Baca juga: Guru Besar UIN: Paham khilafah politik karena kurang pemahaman agama

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber: Antara News | MUI Sulsel sebut khilafah tidak identik dengan terorisme

Leave a Reply

Your email address will not be published.