• May 19, 2022 2:55 pm

Serangan Senjata Bunuh Lima Orang Israel di Dekat Tel Aviv

LIMA orang tewas dalam serangan senjata pada Selasa (29/3) di dekat kota pesisir Tel Aviv, Israel. Ini menjadi serangan senjata atau pisau ketiga yang fatal di negara Yahudi itu dalam seminggu.

Penduduk kota ultra-Ortodoks Bnei Brak dan kota tetangga Ramat Gan melaporkan bahwa seorang pria telah mengemudi dan melepaskan tembakan ke orang yang lewat. Polisi Israel kemudian mengatakan bahwa pasukan keamanan membunuh penyerang.

Mereka tidak mengungkapkan identitasnya, tetapi media Israel melaporkan seorang warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel terkait dengan serangan itu. Mereka menamainya sebagai Diaa Hamarshah. Ia telah menghabiskan empat tahun di penjara negara Yahudi.

“Sayangnya kami harus mencatat bahwa lima orang telah tewas,” kata Eli Bin, kepala tanggap darurat Magen David Adom. Ia merevisi jumlah korban tewas dua orang dari penembakan di dua lokasi di Bnei Brak.

Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang berbasis di Tepi Barat, mengeluakan kecaman yang jarang terjadi atas serangan tersebut. “Pembunuhan warga sipil Palestina dan Israel hanya akan memperburuk situasi, sementara kita semua berjuang untuk stabilitas,” kata Abbas dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Wafa.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang mengepalai pemerintahan koalisi ideologis yang berbeda mulai dari nasionalis Yahudi hingga Arab, mengatakan negara itu, “Menghadapi gelombang pembunuhan terorisme.” Polisi dikerahkan dalam jumlah besar di Bnei Brak pada malam hari, kata wartawan AFP di tempat kejadian.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas penembakan itu. Bennett mengatakan dia akan menyetujui pertemuan darurat dengan pejabat tinggi keamanan untuk meninjau situasi.

Rangkaian serangan 

Pembunuhan Selasa itu menandai serangan mematikan ketiga di Israel dalam rentang waktu satu minggu, sehingga jumlah korban tewas menjadi 11 orang, tidak termasuk pelakunya. Penembakan pada Minggu menewaskan dua petugas polisi Israel yang diidentifikasi sebagai Shirel Aboukrat, seorang warga negara Prancis-Israel, dan Yezen Falah di kota utara Hadera.

Serangan itu kemudian diklaim oleh kelompok ISIS. Ini klaim pertama para jihadis atas serangan di wilayah Israel sejak 2017. Polisi Israel mengatakan bahwa dua pelaku serangan Hadera tewas di tempat kejadian.

Hamas, gerakan Islam Palestina yang menguasai Jalur Gaza, memuji serangan Minggu itu sebagai tanggapan yang wajar dan sah terhadap, “Kejahatan Israel terhadap rakyat kami.” Itu juga disambut oleh kelompok militan Jihad Islam yang berbasis di Gaza dan gerakan Hizbullah Libanon yang didukung Iran.

Serangan Minggu itu bertepatan dengan pertemuan penting yang mempertemukan menteri luar negeri Israel dengan empat negara Arab yang memiliki hubungan dengan negara Yahudi itu serta Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Pekan lalu, seorang simpatisan ISIS membunuh empat warga Israel dalam aksi penikaman dan tabrak mobil di kota selatan Beersheba.

Spiral kekerasan 

Serangan di dekat Tel Aviv terjadi saat Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengunjungi Yordania. Gantz bertemu Raja Abdullah II dalam upaya memastikan ketenangan di Palestina wilayah selama bulan suci Ramadan.

Ketegangan berkobar tahun lalu selama bulan puasa, yang dimulai pada April, antara pasukan Israel dan warga Palestina yang mengunjungi masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur yang dicaplok. Ditambah lagi 11 hari konflik bersenjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

Raja Yordania meminta Gantz untuk mencabut semua rintangan yang dapat mencegah (Muslim) melakukan salat di Al-Aqsa dan mencegah provokasi apa pun yang dapat menyebabkan eskalasi.

Baca juga: Dengarkan Musik Arab, Dua Mahasiswa Palestina Ditahan Israel

Pemerintah Jerman, Selasa malam, memperingatkan terhadap spiral kekerasan. “Semua orang yang memiliki tanggung jawab dan pengaruh harus dengan jelas mengutuk tindakan kekerasan ini untuk menghindari eskalasi baru,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, menjelang, “Liburan yang akan datang untuk orang Yahudi, Muslim, dan Kristen.” (AFP/OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Serangan Senjata Bunuh Lima Orang Israel di Dekat Tel Aviv

Leave a Reply

Your email address will not be published.