• May 18, 2022 2:56 am

Sekjen PBB dan Menlu AS Kutuk Serangan Teroris di Israel

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan teroris baru-baru ini di Israel. Ia mengacu pada serentetan kekerasan senjata dan pisau yang memuncak dengan serangan baru pada Selasa (29/3) yang menewaskan lima orang.

“Tindakan kekerasan seperti itu tidak pernah dapat dibenarkan dan harus dikutuk oleh semua orang,” kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam pernyataan, Selasa. Ia menambahkan bahwa sekretaris jenderal menyerukan segera diakhirinya kekerasan yang hanya berfungsi melemahkan prospek perdamaian.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken turut mengutuk yang disebutnya serangan teroris pada Selasa di dekat Tel Aviv yang menewaskan lima orang. Ia menyebut serentetan kekerasan senjata dan pisau baru-baru ini di Israel tidak dapat diterima.

“Kami mengutuk keras serangan teroris hari ini di Bnei Brak, Israel, yang menewaskan lima korban tak berdosa,” kata Blinken. “Kekerasan ini tidak dapat diterima. Orang Israel–seperti semua orang di dunia–harus bisa hidup di damai dan tanpa rasa takut.”

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pu memperingatkan gelombang terorisme Arab yang membunuh menjelang pemakaman Rabu (30/3) untuk dua dari lima orang yang tewas dalam penembakan di kota ultrareligius Yahudi. Penembakan di Bnei Brak, kota pantai di luar Tel Aviv, terhadap empat warga sipil dan seorang petugas polisi ialah serangan senjata atau pisau ketiga yang fatal di negara Yahudi itu dalam seminggu terakhir.

“Seorang penyerang bersenjatakan senapan serbu melepaskan tembakan ke warga sipil di Jalan HaShnayim di Bnei Brak, menyebabkan beberapa warga sipil dalam kondisi fatal,” kata polisi Israel. “Dari sana dia pindah ke Herzl Street, menembaki warga sipil, dan dinetralisasi oleh pasukan polisi,” kata mereka dalam suatu pernyataan.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung atas serangan itu. Mereka yang tewas diidentifikasi sebagai Yaakov Shalom, 36, dan Avishai Yehezkel, 29, keduanya penduduk ultraortodoks Bnei Brak, dan Amir Khoury, 32, seorang polisi Kristen Arab dari Nof Hagalil yang menanggapi serangan itu. Dua orang lain yang tewas dilaporkan ialah orang asing.

Baca juga: Gereja Ortodoks Yunani Kecam Ekstremis Israel Kuasai Asrama Jerusalem

Presiden Palestina Mahmud Abbas, yang berbasis di Tepi Barat, mengeluarkan kecaman yang jarang terjadi atas serangan tersebut. “Pembunuhan warga sipil Palestina dan Israel hanya akan memperburuk situasi, sementara kita semua berjuang untuk stabilitas,” katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Wafa. (AFP/OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Sekjen PBB dan Menlu AS Kutuk Serangan Teroris di Israel

Leave a Reply

Your email address will not be published.