• May 17, 2022 10:58 am

Densus Akan Bawa Bukti CCTV ke Komnas HAM soal Dokter Sunardi

Densus 88 Polri klaim ada bukti kuat dokter Sunardi yang mereka tembak mati di Sukoharjo adalah tersangka kasus terorisme.
Jakarta, CNN Indonesia

Polri mengklaim punya bukti kuat terkait prosedur penembakan dokter Sunardi yang merupakan tersangka kasus terorisme oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri beberapa waktu lalu.

“Tentu bukti-bukti yang menguatkan sehingga prosedur anggota terhadap saudara SU di lapangan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (14/3).

Polri, berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan juga meyakini keterlibatan dokter Sunardi dalam jaringan teroris sehingga dijerat sebagai tersangka. Dalam kasus ini, ia diduga anggota dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Ramadhan mengatakan, pihaknya bakal menyerahkan bukti-bukti itu kepada Komnas HAM saat diperiksa besok. Beberapa misalnya seperti rekaman di kamera pengawas hingga keterangan saksi.

“Mungkin apakah ada CCTV atau alat bukti yang bisa dibawa oleh Densus. Atau pun keterangan-keterangan dari saksi-saksi sekitar,” jelasnya.

Ia belum dapat berkomentar banyak mengenai proses pemeriksaan yang bakal dilakukan oleh anggota Korps Bhayangkara di Komnas HAM.

Sebelumnya, Islamic Study and Action Center (ISAC) Surakarta menyayangkan upaya penangkapan yang berujung pada kematian dokter Sunardi. Mereka mempertanyakan prosedur penangkapan yang dilakukan detasemen berlambang burung hantu itu.

Penembakan itu dirasa janggal dan polisi diduga melakukan kekuatan berlebihan kepada Sunardi. Pihak keluarga pun disebut belum mengetahui status hukum dari Sunardi meski telah meninggal dunia.

“Apakah proses penangkapan dalam keadaan semacam itu sudah sesuai prosedur,” kata Sekretaris ISAC Surakarta Endro Sudarsono saat dihubungi Jumat (11/3).

Berdasarkan kronologi versi polisi, penembakan dilakukan lantaran Sunardi membahayakan nyawa petugas dan masyarakat selama proses penangkapan. Ia disebut memberikan perlawanan secara agresif.

Ia mengendarai mobil dan menolak berhenti. Dua anggota polisi disebut terluka ketika hendak memberhentikan Sunardi. Selain itu, ia juga menyebabkan sejumlah kecelakaan selama pengejaran.

Namun, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo Arif Budi Satria mengungkapkan dokter Sunardi adalah seorang difabel. Ia menyebutkan bahwa Sunardi memerlukan alat bantu untuk dapat berjalan karena cedera itu.

Sunardi menjadi salah satu relawan yang turun pada gempa Bantul yang terjadi tahun 2006 hingga kecelakaan. Menurutnya, kecelakaan itumembuat kaki Sunardi cedera sehingga harus menggunakan alat bantu berjalan seumur hidupnya.

(mjo/DAL)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Densus Akan Bawa Bukti CCTV ke Komnas HAM soal Dokter Sunardi

Leave a Reply

Your email address will not be published.