RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan di ruang digital agar mampu memproduksi kontra narasi yang positif dan inspiratif.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus mendukung setiap langkah inovatif yang diambil oleh Kementerian Komunikasi dan Digital,” kata Kepala BNPT Eddy Hartono saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Ia menilai seluruh pihak harus bersama-sama membina komunitas kreatif muda karena mereka adalah kelompok paling rentan terhadap infiltrasi paham radikal melalui media sosial maupun platform digital.
Oleh karena itu, kata dia, pencegahan sejak dini melalui penguatan literasi digital menjadi langkah utama.
Ia juga mengatakan, benteng perlindungan terhadap anak-anak juga harus diperkuat.
Baca juga: BNPT: PP Tunas tangkal radikalisme yang incar anak lewat gim
Ia menyebut, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) menjadi instrumen vital dalam memberikan edukasi literasi digital yang berbasis pada berbagai nilai kebangsaan dan moderasi.
Ke depan, BNPT bersama Kemenkomdigi akan memperkuat sejumlah langkah strategis, mulai dari integrasi konten resiliensi bangsa dalam program literasi digital nasional, peningkatan koordinasi dalam pengawasan dan penindakan konten radikal, hingga pemberdayaan komunitas kreatif muda untuk memproduksi kontra narasi positif.
“Kita juga perlu mengakselerasi monitoring dan penindakan agar proses ‘take down‘ (penghapusan) konten radikal terorisme dapat berjalan lebih responsif dan akurat,” katanya.
Kepala BNPT pun menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menjaga ruang digital dari ancaman radikalisme dan terorisme, khususnya terhadap anak-anak sebagai kelompok rentan.
Eddy menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah melalui penerbitan PP Tunas sebagai respons terhadap kebutuhan negara dan masyarakat di era digital.
Baca juga: BNPT tekankan kewaspadaan di tengah dinamika global
Ia menegaskan, saat ini sangat diperlukan sinergi antar-lembaga karena BNPT tidak dapat bekerja sendiri dalam menanggulangi terorisme, terutama di era digital ketika batas-batas fisik semakin memudar.
Komitmen swasta
Ia menambahkan, adanya keterlibatan sektor privat adalah sinyal positif untuk mendukung implementasi regulasi pemerintah, khususnya PP Tunas.
Ia memberikan contoh, salah satunya melalui komitmen platform gim daring Roblox yang mulai menyelaraskan operasional dengan regulasi di Indonesia melalui penerapan verifikasi usia (age verification).
Selain itu, pembatasan fitur komunikasi yang berpotensi disalahgunakan untuk penyebaran paham radikal dan rekrutmen daring, juga telah dilakukan oleh Roblox.
“Kami mengapresiasi komitmen itu. Ini merupakan langkah krusial, mengingat platform gim kerap menjadi pintu masuk yang luput dari pengawasan dalam penyebaran paham radikal kepada anak-anak,” kata Eddy.
Baca juga: BNPT: Sosialisasi RAN PE Fase II komitmen penanggulangan ekstremisme
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Generasi muda diajak jadi agen perubahan di ruang digital” pada 2026-05-01 17:35:00
