• May 24, 2022 4:11 pm

Ekonomi Pancasila Harus Diwujudkan, Bukan hanya Wacana

WAKIL Kepala BPIP, Hariyono,mengatakan peran pondok pesantren cukup strategis dalam pengembangan potensi lokal untuk terciptanya Ekonomi Pancasila.

Menurutnya Ekonomi Pancasila akan tercipta jika memanfaatkan potensi lokal. Ia menegaskan ciri-ciri ekonomi Pancasila akan terealisasi jika kebutuhan rumah tangga menggunakan produk-produk lokal.

“Ekonomi Pancasila ini untuk kemandirian dalam pemberdayaan masyarakat,” kata Haryono saat menghadiri Seminar Advokasi Pemberdayaan Ekonomi Pancasila di Pondok Pesantren UNIQ Malang, Jawa Timur, Kamis, (11/3).

Ia juga berpesan pendiri bangsa Indonesia ingin bangsa Indonesia merdeka dengan kemandirian, sehingga kebutuhan harus diambil dari bangsa sendiri.

“Setelah merdeka dari penjajahan, bangsa Indonesia harus mandiri, maka kemandirian itu, semua kebutuhan harus dari bangsa sendiri,” lanjutnya.

Hariyono berharap Ekonomi Pancasila jangan hanya wacana, namun harus teraktualisasikan dengan baik. “Ekonomi Pancasila tidak harus muluk-muluk, tetapi hanya memanfaatkan lingkungan atau potensi lokal,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi Pondok Pesantren UNIQ yang sudah membuat produk sendiri jenis minuman kemasan. Hal tersebut sebagai bentuk mewujudkan Ekonomi Pancasila.

Hariyono juga mendorong pondok pesantren tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat menyesuaikan dengan zaman.

“Saya berharap pondok pesantren ini dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan tumbuh dengan baik,” kata Hariyono.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi BPIP K.A Tajuddin, mengatakan dalam substansi rencana strategis disebutkan pelembagaan Pancasila perlu dilakukan untuk mentransformasikan nilai-nilai Pancasila sebagai sebuah habitus.

Adapun Direktorat Advokasi memiliki tugas dan fungsi dalam hal pembinaan ideologi pancasila pada berbagai sektor dan sasaran salah satunya Ekonomi Pancasila.

“Salah satu rencana untuk mewujudkannya adalah dengan melakukan advokasi terhadap tuntutan dan harapan warga bangsa yang berkaitan dengan isu kemanusiaan, keadilan, pembangunan dan pengembangan potensi diri,” terang Tajuddin.

“Beberapa fokus perhatian Direktorat Advokasi dalam hal ini adalah pada sektor pemberdayaan ekonomi pancasila dan pada sektor pencegahan radikalisme”, tegasnya.

baca juga: Korpri BPIP Harus Jadi Benteng Pertahanan Radikalisme

Menurutnya secara geografis pondok pesantren UNIQ Malang terletak di daerah dampit Malang yang terkenal dengan penghasil kopi Robusta terbaik di Indonesia dan air mineral sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Pesantren ini selain menjadi agen dalam pembentukan kompetensi religi dan karakter, juga sebagai pemberdaya ekonomi bagi masyarakat sekitar”, ujarnya.

Ia juga menyebut pesantren ini juga sesuai dengan historigrafi pesantren sebagai katalisator bagi kemandirian ekonomi di pesantren dan pada masyarakat sekitar sehingga dapat menjadi pilot project bagi pemberdayaan ekonomi pancasila.

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren UNIQ Malang, KH M. Abdul Ghufron Al-Bantani mengapresiasi BPIP karena sudah melibatkan santri dan kyai  sebagai benteng pertahanan Pancasila. Ia berharap BPIP terus konsisten dalam pengembangan Ekonomi Pancasila untuk pemberdayaan masyarakat. (RO/N-1)


Sumber: Media Indonesia | Ekonomi Pancasila Harus Diwujudkan, Bukan hanya Wacana

Leave a Reply

Your email address will not be published.