• October 20, 2026 8:45 pm

Jalan Terjal Calon Senator Muslim AS, Abdul El Sayed Mengaku Didera Fitnah

Jalan Terjal Calon Senator Muslim AS, Abdul El Sayed Mengaku Didera Fitnah

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Calon Senator Muslim AS, Abdul El Sayed.(The Washington Post)

CALON senator Muslim dari Michigan, Amerika Serikat (AS), Abdul El Sayed, membantah tuduhan anggota Partai Republik yang menyebut dirinya mendukung atau bersimpati terhadap Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood), kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS.

El Sayed belakangan secara terbuka mengecam Ikhwanul Muslimin setelah Partai Republik berulang kali menggunakan latar belakang keluarganya sebagai bahan serangan politik menjelang pemilihan sela pada 3 November.

“Saya ingin membahas mengapa mereka ingin menjadikan ini sebagai strategi kampanye penutup mereka,” kata El Sayed kepada awak media setelah menghadiri rapat umum di Flint, Minggu (18/10).

Ia menilai tuduhan tersebut berkaitan dengan upaya lawan politiknya untuk mempertanyakan loyalitas warga berdasarkan agama dan latar belakang mereka. “Mereka ingin bicara soal loyalitas ganda yang tersirat. Ini punya sejarah panjang dalam politik kita, gagasan bahwa orang mungkin berdoa sedikit berbeda, memiliki loyalitas ganda,” imbuhnya.

El Sayed mengatakan pola serangan serupa pernah dialami sejumlah tokoh politik Amerika Serikat, termasuk John F. Kennedy saat mencalonkan diri sebagai presiden dan Barack Obama.

“Ini bukan hal baru. Inilah yang mereka lalukan saat mereka tak punya pesan soal isu-isu nyata dalam kehidupan masyarakat,” sebutnya. 

Menjelang pemilihan sela, Partai Republik semakin gencar menyoroti agama dan latar belakang keluarga El Sayed. Salah satu yang diangkat adalah surat terbuka pada 2012 yang ditandatanganinya untuk mendukung Presiden Mesir saat itu, Mohammed Morsi.

Morsi terpilih setelah memperoleh dukungan dari Ikhwanul Muslimin, menyusul tumbangnya pemerintahan otoriter di Mesir.

Selain itu, Partai Republik turut mengangkat kembali unggahan lama Eman Abdel Hedi, saudara tiri El Sayed, yang membahas aktivitas ibunya dalam Ikhwanul Muslimin pada awal 1970-an.

“Percakapan luar biasa dengan ibu saya soal aktivismenya di Ikhawanul Muslimin pada awal 70-an saat dia masih kuliah,” tulis Eman di platform X.

Orang tua El Sayed bercerai ketika ia berusia tiga tahun. Ia kemudian dibesarkan di Michigan oleh ayah dan ibu tirinya. Karena itu, El Sayed mengatakan tidak mengetahui aktivitas ibunya di Mesir pada periode tersebut.

Kontroversi juga muncul dalam debat politik ketika Mike Rogers, lawannya dari Partai Republik, menyinggung pekerjaan ibu El Sayed di Islamic American Relief Agency. Organisasi tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah AS sebagai pendukung terorisme.

“Apakah Anda mengincar ibu saya?” tanya El Sayed.

“Saya sedang mengejar organisasi yang didakwa menyalurkan uang ke Al Qaeda,” jawab Rogers.

“Itu ibumu. Ibu saya bekerja di kamar dagang dan industri kecil. Saya mempertaruhkan ibu saya kapan saja untuk pekerjaan itu,” tambahnya.

El Sayed menilai Rogers sengaja mengalihkan perhatian dari rekam jejak dan isu-isu yang seharusnya menjadi fokus perdebatan politik.

Tuduhan serupa juga muncul dalam sebuah pertemuan publik di Caro. Dalam acara tersebut, seorang peserta melontarkan pertanyaan kepada El Sayed mengenai hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin.

“Abdul, maukah Anda meninggalkan Ikhwanul Muslimin,” kata peserta tersebut. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai afiliasi politik orang yang mengajukan pertanyaan itu.

El Sayed membantah tuduhan tersebut dan mengkritik pertanyaan itu karena dinilainya menyiratkan bahwa identitas agamanya membuat loyalitasnya terhadap konstitusi Amerika Serikat patut dipertanyakan.

“Anda berasumsi karena saya Muslim, entah bagaimana akan punya kesetiaan kepada seuatu yang bukan Konstitusi kita,” jawab El Sayed.

“Bagi saya, Konstitusi itu adalah pedoman hidup,” pungkasnya. 

Perdebatan tersebut menempatkan latar belakang agama dan keluarga El Sayed sebagai salah satu isu dalam persaingan politik menjelang pemilihan sela di Michigan. El Sayed, di sisi lain, menegaskan bahwa komitmennya terhadap Konstitusi AS menjadi landasan utama dalam kehidupan dan kiprah politiknya. (CNN/Fer/P-3)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Jalan Terjal Calon Senator Muslim AS, Abdul El Sayed Mengaku Didera Fitnah” pada 2026-10-20 18:52:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *