RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
DUTA Besar Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, memberikan klarifikasi tegas mengenai situasi geopolitik yang terjadi di negaranya. Dalam kunjungannya ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta pada Selasa, ia menekankan bahwa konflik di Yaman bukanlah perselisihan antara pemerintah Yaman dan Arab Saudi, melainkan perlawanan pemerintah resmi terhadap kelompok pemberontak Houthi.
Dubes Salem menyatakan perlunya meluruskan ambiguitas yang berkembang di sejumlah media massa Indonesia. Menurutnya, narasi yang menyebutkan konflik terjadi antara Yaman dan Arab Saudi adalah tidak tepat. Sebaliknya, Kerajaan Arab Saudi merupakan pendukung utama Pemerintah Republik Yaman dalam menghadapi upaya kudeta bersenjata.
Dampak Serangan Houthi dan Status Terorisme
Pemerintah resmi Yaman telah menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris. Kelompok ini dinilai telah keluar dari konsensus politik dan melakukan tindakan bersenjata yang merusak tatanan ekonomi serta sosial masyarakat sipil. Dubes Salem juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memasukkan Houthi ke dalam daftar organisasi teroris internasional.
Aktivitas kelompok ini dilaporkan tidak hanya mengganggu stabilitas domestik, tetapi juga mengancam jalur perdagangan dunia di Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah. Salah satu insiden yang disoroti adalah serangan terhadap kapal komersial MV Tihamah yang menyebabkan jatuhnya korban, termasuk warga negara Indonesia (WNI).
| Aspek Konflik | Keterangan Dubes Yaman |
|---|---|
| Aktor Utama | Pemerintah Republik Yaman vs Pemberontak Houthi |
| Peran Arab Saudi | Pendukung Pemerintah Resmi Yaman |
| Wilayah Serangan Rudal | Ma’rib, Aden, dan Shabwa |
| Ancaman Global | Keamanan pelayaran di Selat Bab al-Mandab & Laut Merah |
| Krisis Kemanusiaan | Blokade akses air dan makanan di Kota Taiz |
Krisis Kemanusiaan di Taiz
Selain masalah keamanan maritim, Dubes Salem menyoroti kondisi memprihatinkan di Kota Taiz. Wilayah tersebut saat ini masih menghadapi blokade ketat yang membatasi akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar seperti air dan makanan. Tekanan ini memaksa sebagian besar warga untuk mengungsi ke wilayah yang lebih aman.
Menutup pernyataannya, Dubes Yaman meminta dukungan nyata dari komunitas internasional untuk membantu mengakhiri blokade di Taiz serta memulihkan keamanan menyeluruh di Yaman guna melindungi warga sipil dan stabilitas kawasan. (Ant/I-1)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Dubes Salem Konflik Yaman bukan dengan Arab Saudi, melainkan Houthi” pada 2026-10-20 17:27:00
