• October 20, 2026 4:41 pm

Kemensos: Rehabilitasi-kemandirian ekonomi masyarakat miskin meningkat

Kemensos: Rehabilitasi-kemandirian ekonomi masyarakat miskin meningkat

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Sosial (Kemensos) menjaga akselerasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada peningkatan layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan serta peningkatan kemandirian ekonomi keluarga paling miskin melalui perluasan program pemberdayaan yang diprioritaskan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan progres yang nyata tercatat di sektor rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta peningkatan angka graduasi keluarga dari garis kemiskinan.

Dalam paparannya diungkapkan pada bidang rehabilitasi sosial, layanan terapi telah diberikan kepada lebih dari 13 ribu orang penyandang disabilitas, disertai 1.535 orang yang mendapatkan layanan sekolah kesetaraan.

“Pengadaan alat bantu aksesibilitas juga mencatatkan peningkatan dari 5.257 unit pada tahun 2025 menjadi 6.756 unit pada tahun 2026,” kata dia.

Selain itu, ia menambahkan bahwa jumlah penerima manfaat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang berhasil mengembangkan usaha mandiri tercatat sebanyak 5.031 orang pada tahun 2025 dan bertambah menjadi 7.455 orang pada tahun 2026.

Baca juga: Mensos sebut data penerima bansos sudah lebih baik

Pada sektor pemberdayaan untuk membangun kemandirian, perbandingan data graduasi keluarga keluar dari kemiskinan menunjukkan angka lebih dari 77.339 keluarga pada tahun 2025 yang kemudian meningkat signifikan menjadi lebih dari 146.578 keluarga pada tahun 2026.

Peningkatan tersebut, menurut dia juga turut ditopang oleh program pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu yang berlanjut dari 784 unit pada 2025 menjadi lebih dari 7.914 unit pada 2026.

Transformasi penanganan kesejahteraan sosial tersebut semuanya dibarengi dengan perbaikan tata kelola data penerima manfaat bantuan sosial melalui Inpres Nomor 4/2025 yang melahirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kementerian Sosial bersama sejumlah kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah menyelesaikan sebanyak 14,4 juta keluarga yang diverifikasi melalui pengecekan lapangan berbasis DTSEN.

Menurut dia, proses verifikasi data penerima manfaat tersebut jauh lebih akurat dibanding sebelumnya karena ditopang oleh jutaan usulan melalui musyawarah desa dan aplikasi Usul Sanggah yang disiapkan pemerintah.

Baca juga: Mensos target 50 persen penduduk Indonesia terdata Perlinsos di 2026

Dalam hal ini kementerian sosial menerima ada sebanyak 4,7 juta usulan pembaruan data disampaikan melalui musyawarah desa. Lalu dari aplikasi Usul Sanggah mencatat 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.

“Jadi data disatukan, diverifikasi, dan dimutakhirkan,” kata dia.

Menurut dia, perbaikan basis data itu membuat penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, menjangkau lebih dari 4,3 juta keluarga baru dari bagian sebanyak 10 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta lebih dari 18 juta keluarga penerima Bantuan Sembako atau Bantuan Pangan Nontunai (BPNT).

Pada sektor perlindungan sosial saat bencana, perbandingan data menunjukkan penanganan masif di mana pada tahun 2025 tercatat lebih dari 347 ribu warga terdampak menerima bantuan logistik darurat, 9.447 orang menerima santunan bencana alam, serta 1.078 orang menerima santunan bencana sosial dan nonalam.

Sementara itu, periode hingga Oktober 2026 mencatatkan penyaluran 202.201 paket bantuan logistik kedaruratan korban bencana alam, 2.486 paket bantuan pemulihan sosial korban bencana alam, serta 13.106 paket bantuan pemulihan sosial bagi korban bencana sosial dan nonalam, ditambah penanganan khusus pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara yang mencakup santunan bagi 1.140 korban, bantuan jaminan hidup bagi 646.037 korban, bantuan isi hunian untuk 268.899 keluarga, dan bantuan stimulan sosial ekonomi bagi 161.207 keluarga

Dan yang tak kalah penting, dia menambahkan bahwa kementeriannya ini sudah mengoperasikan sebanyak 182 Sekolah Rakyat untuk tingkat SD, SMP dan SMA di berbagai penjuru Indonesia.

Program pendidikan berbasis asrama itu sekarang sudah memberikan kesempatan bagi lebih dari 44 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berbasis DTSEN untuk menempuh pendidikan gratis hingga diharapkan bisa berprestasi dan memutus rantai kemiskinan yang menjerat keluarga mereka.

Baca juga: Kemensos-BNPT kuatkan rehabilitasi sosial dalam program deradikalisasi

Baca juga: Kemensos perkuat peran keluarga siswa Sekolah Rakyat OKU

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Kemensos: Rehabilitasi-kemandirian ekonomi masyarakat miskin meningkat” pada 2026-10-20 15:59:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *