RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PEMERINTAH Guatemala secara resmi menyetujui kerja sama militer dengan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan serangan gabungan terhadap jaringan pengedar narkoba di wilayahnya. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam kebijakan keras Presiden AS Donald Trump terhadap kartel narkoba di Amerika Latin.
Laporan yang pertama kali dirilis oleh The New York Times pada Kamis (28/5/2026) menyebutkan bahwa Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo, mencapai kesepakatan tersebut setelah melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pekan lalu.
Eskalasi Operasi Militer
Kantor Kepresidenan Arevalo mengonfirmasi bahwa pihaknya mengirimkan surat resmi kepada Hegseth. Dalam surat tersebut, Guatemala meminta kerja sama dalam operasi yang dipimpin oleh pasukan keamanan Guatemala terhadap organisasi perdagangan narkoba.
Selain serangan udara atau darat, kedua pejabat tersebut juga menyepakati ada tindakan militer lain untuk menargetkan geng narkoba, meskipun rincian spesifik mengenai operasi tersebut belum diungkapkan ke publik.
Konteks Strategis: Sekitar 90 persen kokain yang masuk ke Amerika Serikat transit melalui Amerika Tengah dan Meksiko menggunakan truk, pesawat, kapal, hingga kapal selam.
Kebijakan Perang Donald Trump
Sejak September tahun lalu, pemerintahan Trump memulai serangan terhadap kapal-kapal di Karibia dan Samudra Pasifik Timur. Trump menegaskan bahwa AS saat ini berada dalam kondisi perang melawan sesuatu yang ia sebut sebagai narco-terrorists atau teroris narkoba.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah pihak mempertanyakan legalitas operasi tersebut karena AS sering kali tidak memberikan bukti definitif bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran benar-benar terlibat dalam perdagangan narkoba.
Aliansi Antikartel Regional
Pada Maret 2026, Trump meluncurkan aliansi pemberantasan kartel yang melibatkan 17 negara. Aliansi ini mencakup sekutu dekat AS di kawasan tersebut, termasuk Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Sebelum kesepakatan dengan Guatemala, AS lebih dulu bekerja sama dengan pasukan Ekuador untuk menyerang gerilyawan penyelundup kokain. Selain itu, FBI membuka kantor cabang di Ekuador untuk menyelidiki kejahatan terorganisasi, pencucian uang, dan korupsi yang melibatkan kepolisian setempat.
Kerja sama dengan Guatemala diharapkan dapat memutus rantai distribusi narkoba internasional yang selama ini memicu kekerasan regional dan pencucian uang di wilayah Amerika Tengah. (AFP/I-2)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Guatemala Gandeng AS Gelar Serangan Militer terhadap Kartel Narkoba” pada 2026-05-28 18:51:00
