• July 15, 2026 11:53 pm

Psikolog: Dalih “iseng” tak bisa benarkan ancaman bom ke sekolah

Psikolog: Dalih "iseng" tak bisa benarkan ancaman bom ke sekolah

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan mengatakan dalih “iseng” tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan mengirim ancaman bom ke sekolah karena setiap orang harus memahami konsekuensi dari perilakunya.

“Ketika perilaku itu sudah mengkhawatirkan lingkungan orang lain, membuat tidak nyaman atau bahkan meresahkan, perilaku itu tidak bisa disebut dengan iseng,” kata Sani saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.

Lulusan program magister di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tersebut menilai setiap orang perlu memiliki kesadaran terhadap dampak dari setiap tindakan yang dilakukan agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Baca juga: Densus 88: ancaman bom di SDN Srengseng belum penuhi unsur terorisme

“Perlu adanya awareness, kesadaran tentang apa yang dilakukan supaya dia tahu bahwa perilakunya itu tidak merugikan orang lain. Jadi, tidak bisa perilaku dikatakan iseng padahal kategorinya sudah meresahkan atau merugikan orang lain,” ujar dia.

Menurut Sani, batasan suatu candaan dapat dilihat dari dampaknya. Candaan seharusnya menghadirkan rasa senang, membuat orang lebih rileks, tanpa memicu keresahan atau perilaku yang berdampak negatif.

“Apakah (candaan) itu menimbulkan kerugian atau melanggar hukum, misalnya, atau melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan. Itu batasannya,” kata dia.

Sani menambahkan bahwa suatu tindakan tetap tidak dapat dibenarkan meskipun pelaku mengaku tidak memiliki niat jahat, apabila akibat yang ditimbulkan menyebabkan kerugian, baik secara psikologis maupun material.

“Oleh karena itu, suatu perilaku tetap harus dilihat batasannya, apa tujuannya dan apa dampaknya. Kita tidak bisa menyepelekan keisengan yang dibungkus dengan alasan bercanda padahal itu bisa meresahkan orang banyak,” ujar Sani.

Seorang laki-laki di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, mengirimkan pesan berisi ancaman bom kepada SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin (13/7), bertepatan dengan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah tersebut. Pelaku berinisial MY, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, mengaku iseng melakukan aksi tersebut.

Peristiwa tersebut sudah ditangani kepolisian dan sekolah sudah dinyatakan aman pada Senin (13/7) pagi. Kepala SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Kamtono, Selasa (14/7), menyatakan situasi di sekolah itu kondusif.

Baca juga: Polisi tetapkan peneror bom SDN Srengseng Sawah 15 jadi tersangka

Baca juga: Kepala SDN Srengseng Sawah 15 pastikan MPLS kondusif usai teror bom

Baca juga: Kesaksian guru SDN Srengseng Sawah 15 terima pesan ancaman bom

Baca juga: Polisi ungkap peneror bom SDN Srengseng Sawah 15 berdalih hanya iseng

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Psikolog: Dalih “iseng” tak bisa benarkan ancaman bom ke sekolah” pada 2026-07-15 21:56:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *