RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Havana (ANTARA) – Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Carlos Fernandez pada Kamis (26/2) mengatakan bahwa otoritas Kuba telah berkomunikasi dengan pihak Amerika Serikat (AS), termasuk Departemen Luar Negeri AS dan Penjaga Pantai, yang menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama dalam penyelidikan atas insiden penyusupan di sebuah perahu motor (speedboat) pada Rabu (25/2).
Otoritas Kuba akan meminta informasi dari pihak AS mengenai individu-individu yang terlibat, kapal terkait, dan detail lainnya melalui mekanisme bilateral yang ada, kata Fernandez.
“Ini bukan tindakan terisolasi,” katanya. “Selama lebih dari 60 tahun, Kuba telah menjadi korban agresi dan berbagai aksi terorisme, yang sebagian besar diatur, didanai, dan dilakukan dari wilayah AS,” lanjut Fernandez.
Fernandez menegaskan kembali komitmen absolut dan mutlak Kuba terhadap segala bentuk terorisme.
Upaya antiterorisme Kuba sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan merupakan komponen sentral dari pertahanan nasional, yang penting untuk menjaga kedaulatan negara serta kehidupan, keamanan, dan kesejahteraan rakyatnya, ujarnya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Kuba sebut AS siap kerja sama investigasi kasus intrusi speedboat” pada 2026-02-27 20:15:00
