• October 27, 2026 12:42 am

Lebih dari 500 orang terluka saat unjuk rasa Rompi Kuning di Prancis

Lebih dari 500 orang terluka saat unjuk rasa Rompi Kuning di Prancis

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Istanbul (ANTARA) – Lebih dari 500 orang terluka dalam demonstrasi “Rompi Kuning” di seluruh Prancis pada Sabtu (24/10), menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez.

Dalam keterangannya pada Senin kepada saluran penyiaran Prancis, BFMTV, Nunez menyebutkan jumlah tersebut mencakup 267 petugas penegak hukum dan lebih dari 250 pengunjuk rasa.

Menurut dia, setidaknya 1.435 orang ditahan di seluruh negeri selama akhir pekan dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.

Meski terdapat korban luka dan penangkapan, menteri itu menyatakan bahwa tidak ada insiden besar yang terjadi selama demonstrasi pada Sabtu tersebut.

Dia menyebutkan bahwa tiga orang mengalami luka serius di kota Toulouse, Reims, dan Clermont-Ferrand.

Nunez juga membela kebijakan pembatasan jam malam parsial yang diberlakukan di beberapa kota di Prancis.

Dia mengatakan pihak prefektur memiliki wewenang untuk menerapkan pembatasan tersebut jika terdapat risiko gangguan terhadap ketertiban umum.

“Situasi tidak akan banyak berubah dalam beberapa hari ke depan,” ujar dia.

Pembatasan jam malam parsial masih berlaku di sekitar 10 lokasi di seluruh negeri dan akan terus diterapkan oleh otoritas prefektur yang berkoordinasi dengan pemerintah kota setempat, tambahnya.

Menanggapi bentrokan yang melibatkan kelompok penentang gerakan Rompi Kuning di Nice dan Montpellier pada Sabtu, Nunez menegaskan pihak kepolisian tidak memberikan perlindungan kepada sejumlah kelompok tersebut.

Dia juga mengakui adanya kesalahan dalam penanganan oleh pihak berwenang terhadap gelombang demonstrasi Rompi Kuning sebelumnya pada 17 Oktober.

Secara terpisah, Nunez mengomentari serangan yang terjadi di Trappes, wilayah Yvelines, pada Jumat (23/10), dan menggambarkannya sebagai tindakan terorisme yang bermotif rasial.

“Apa yang terjadi di Trappes sangatlah serius. Itu adalah serangan teroris yang rasis,” katanya.

Menurut Nunez, pelaku berupaya membunuh orang-orang yang berasal dari luar Prancis yang menurut pandangannya tidak seharusnya diintegrasikan ke dalam masyarakat Prancis.

Dia menekankan kemungkinan pelaku menderita skizofrenia tidak mengubah klasifikasi insiden tersebut sebagai tindakan terorisme.

“Dia didorong oleh kebencian dan rasisme, dan itulah alasan dia melakukan pembunuhan. Ini adalah terorisme,” tegas dia.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Media: 1.314 orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa di Prancis, Sabtu

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Lebih dari 500 orang terluka saat unjuk rasa Rompi Kuning di Prancis” pada 2026-10-26 22:32:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *