RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) musim kemarau di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan mencapai 641 kejadian atau meningkat 185 persen. Kebakaran tersebut, terjadi bulan Juni hingga Oktober menyebabkan 173,7 hektare lahan hangus terbakar dalam musibah itu tidak ada korban jiwa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, bencana El Nino semakin meluas menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun ini meningkat cukup signifikan tercatat 403 kejadian berhasil dikendalikan. Namun, kebakaran nonlahan berupa korsleting listrik, kebocoran gas, dibakar ODGJ, obat nyamuk dan tungku tercatat 238 kejadian.
“Musim kemarau panjang yang telah terjadi di wilayahnya tidak hanya krisis air bersih tapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meningkat cukup signifikan. Akan tetapi, kebakaran hutan dan lahan tertinggi 403 kejadian tersebar di Kecamatan Leles, Pameungpeuk, Limbangan, Banyuresmi, Malangbong,” ujar, Usep Basuki Eko, Senin (26/10/2026).
Usep mengatakan, kebakaran yang terjadi di wilayahnya meningkat cukup signifikan tercatat 641 kejadian atau 185 persen dan lonjakan mencapai lebih dari 18 kali lipat lantaran kondisi lahan banyak ditumbuhi ilalang dan daun kering. Namun, kebakaran tersebut paling banyak di Kecamatan Leles, Banyuresmi, Limbangan, Malangbong dan Pameungpeuk hingga petugas Damkar berhasil kendalikan kebakaran tersebut.
“Musim kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini semakin kering dan berdasarkan BMKG bulan Oktober hujan hingga puncak akan terjadi bulan November. Akan tetapi, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi menyebabkan 173,7 hektare lahan hangus terbakar dan dari 641 kejadian tertangani 614 kejadian atau 95,79 persen, lahan 395 kejadian atau 64,33 persen, non lahan 219 kejadian atau 35,67 persen,” katanya.
Menurutnya, bencana El Nino yang terjadi menyebabkan ratusan sumur surut hingga krisis air bersih semakin meluas terjadi di 26 Desa, 15 Kecamatan dan petugas dari BPBD melakukan upaya pasok air bersih guna meringankan beban. Namun, kondisi kekeringan juga telah membuat banyak lahan bakar ilalang kering lantaran prilaku masyarakat tidak sadar dalam membakar sampah.
“Disdamkarmat Kabupaten Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat terutamanya pencegahan kebakaran. Akan tetapi, kebakaran yang tidak tertangani 27 kejadian atau 4,21 persen, lahan 8 kejadian atau 29,63 persen, nonlahan 19 kejadian atau 70,37 persen,” pungkasnya. (AD).
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Karhutla di Garut Meningkat 185 Persen, 173,7 Hektare Lahan Hangus Terbakar” pada 2026-10-26 23:45:00
