RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyampaikan RAN PE Fase Kedua menitikberatkan upaya pencegahan sejak dini melalui penguatan ketahanan keluarga, komunitas, pendidikan, serta ruang digital sebagai benteng utama masyarakat.
Kepala BNPT Eddy Hartono data perkembangan ancaman dalam kurun waktu 2023–2025 menunjukkan masih adanya penyebaran paham radikal nihilistik.
“Selain itu, terdapat pula upaya perekrutan oleh jaringan terorisme global yang menyasar anak-anak dan pemuda di berbagai daerah di Indonesia,” kata Eddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Dalam konteks Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE), kata dia, Presiden menekankan pentingnya pendekatan whole of government dan whole of society, di mana seluruh pihak bersama-sama mengedepankan aspek pencegahan.
Namun selain mengoptimalkan pencegahan, Kepala BNPT menilai penguatan kolaborasi dalam fase baru juga sangat krusial guna memberikan perlindungan bagi generasi muda di tengah situasi ekstremisme kekerasan yang kian persisten dan adaptif.
Maka dari itu, menurutnya, keberhasilan pelaksanaannya bergantung pada kolaborasi antar pemangku kepentingan.
“Kolaborasi ini perlu kita kuatkan karena ancaman lebih persisten dan adaptif,” tuturnya.
Ia berpendapat salah satu tantangannya, yakni bagaimana melindungi generasi muda dari media internet yang kerap dijadikan sarana efektif untuk melakukan rekrutmen, propaganda hingga pendanaan.
Kendati demikian, Eddy menegaskan keberhasilannya bergantung pada kolaborasi seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat sipil, media, dan sektor lainnya untuk membangun daya tangkal masyarakat, terkhusus generasi muda.
Dengan begitu, BNPT telah menggelar Forum Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan RAN PE Fase Kedua Tahun 2026–2029 di Jakarta, Senin (27/7).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang RAN PE Fase Kedua yang memperkuat sinergi nasional dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan dengan pendekatan whole of government dan whole of society.
Dalam forum itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengapresiasi langkah BNPT dan menegaskan penguatan kolaborasi tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi segenap bangsa serta seluruh tumpah darah Indonesia.
Lebih lanjut, dirinya turut menegaskan berbagai aksi yang terdapat pada RAN PE Fase Kedua bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan komitmen nasional.
Disebutkan bahwa terdapat enam langkah yang dapat dilakukan seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan implementasi RAN PE Fase kedua, yakni menyelaraskan program dan anggaran kementerian/lembaga serta memperkuat peran pemerintah daerah dalam upaya pencegahan melalui pembentukan dan pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD).
Lalu, melaksanakan aksi RAN PE yang memberikan dampak langsung dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, melaksanakan RAN PE dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok pemuda dan anak, mendorong peran aktif perempuan dan keluarga, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi multipihak.
Adapun RAN PE Fase Kedua mengintegrasikan 111 target aksi ke dalam 9 tema strategis yang akan dilaksanakan hingga tahun 2029 melalui pendekatan pencegahan (soft approach) yang berbasis bukti, kolaboratif, dan menghormati hak asasi manusia.
Sembilan tema strategis tersebut meliputi Kesiapsiagaan Nasional; Ketahanan Komunitas dan Keluarga; Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Pemuda; Komunikasi Strategis, Media, dan Sistem Elektronik; Deradikalisasi; Hak Asasi Manusia, Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, dan Keadilan; Perlindungan Saksi dan Korban; serta Kemitraan Internasional.
Baca juga: BNPT: Radikalisai ruang digital jauh lebih cepat dari konvensional
Baca juga: BNPT beri bantuan rehabilitasi dan psikososial ke 163 korban terorisme
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “BNPT: RAN PE Fase Kedua tekankan pencegahan radikalisme sejak dini” pada 2026-08-13 18:44:00
