• August 13, 2026 4:27 am

BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI

BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Kepala BNPT Eddy Hartono (kanan) kala menghadiri kegiatan penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah.(MI/HO)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat pendekatan kolaboratif dalam pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan melalui program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan penguatan kemandirian ekonomi, keterampilan, dan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah, yang berlangsung selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini memiliki nilai strategis karena Pondok Pesantren Al Muttaqin merupakan pesantren terafiliasi eks-Jamaah Islamiyah (JI) terbesar kedua di Indonesia. Inisiatif ini juga menjadi langkah berkelanjutan pasca deklarasi pembubaran JI pada Desember 2024 lalu.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi eks Jamaah Islamiyah di Solo Desember 2024 yang lalu. Prinsipnya adalah pemerintah dan masyarakat berkolaborasi,” ujar Kepala BNPT Eddy Hartono, S.I.K., M.H., saat membuka acara tersebut.

Eddy menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan unsur pemerintah seperti Densus 88 Antiteror Polri, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah. Sementara dari sektor swasta, hadir dukungan dari PT Astra, PT Panasonic Gobel, Amuya Coffee, dan stakeholder lainnya untuk memberikan ilmu kewirausahaan.

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Fasilitas

Dalam pelaksanaannya, BNPT mengoordinasikan berbagai dukungan sarana dan prasarana sesuai kompetensi masing-masing instansi dan perusahaan. Berikut adalah rincian dukungan yang disalurkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi di pesantren:










Instansi/Lembaga Bentuk Dukungan / Bantuan
Kementerian Pertanian 3,2 ton bibit padi, 2 unit pompa air, 2 unit hand tractor.
BNPT Sistem filter air Reverse Osmosis, mesin espresso & manual brew, 2 set alat pembuat konten.
Densus 88 AT Polri Kulkas showcase, 2 laptop, 2 proyektor, 1 AC, bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera.
Dunia Usaha (Astra, Panasonic, dll) 4 set alat servis AC, 2 unit AC, 20 kg bibit jagung & alat tanam.
YBM PLN Pembangunan unit barbershop lengkap.
Polres Jepara Pelayanan kesehatan gratis dan dapur umum.

Kepala Satgaswil Jawa Tengah Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Chairul Anam, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses transisi ini.

“Pascapembubaran eks JI, kami akan selalu bersama-sama memajukan bangsa dengan budaya dan kearifan lokal,” tegasnya.

Selaras dengan Agenda Pembangunan Nasional

Program pemberdayaan di Ponpes Al Muttaqin ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan implementasi dari RPJMN 2025–2029 dan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) Fase 2. Fokus utamanya mencakup pemantapan keamanan negara, kemandirian bangsa, perluasan lapangan kerja, dan penguatan SDM.

Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, S.E., menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk melanjutkan program ini. Pemkab Jepara berkomitmen memberikan dukungan sarana prasarana serta peningkatan mutu pembelajaran bagi para santri agar program ini memberikan manfaat konkret jangka panjang.

Rangkaian kegiatan pemberdayaan ini dijadwalkan akan ditutup dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 di halaman pondok pesantren. Melalui bekal keterampilan dan wawasan kebangsaan, para santri diharapkan memiliki ketahanan kuat terhadap ajaran intoleransi dan radikalisme, sekaligus mampu berkontribusi positif bagi ekonomi masyarakat. (Z-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “BNPT Perkuat Pemberdayaan Ekonomi di Ponpes Al Muttaqin Jepara Pasca Pembubaran JI” pada 2026-08-13 03:55:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *