RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PEMERINTAH Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah nyata ini ditunjukkan penyiapan peralatan kesiapsiagaan Karhutla.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid mengatakan Karhutla bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, penanganan Karhutla berfokus pada tiga pilar utama. Pertama mengedepankan edukasi dan sosialisasi persuasif kepada masyarakat, memadamkan titik api (hotspot) sekecil apa pun sedini mungkin, dan memperketat pengawasan berkala di wilayah rawan Karhutla.
“Pemerintah daerah siap menginventarisasi kekurangan dan menambah alokasi anggaran jika terdapat peralatan penunjang yang masih kurang,” tegas Sahid, Rabu (12/8).
Mengingat wilayah Parigi Moutong yang luas dan rentan terhadap cuaca ekstrem, Pemkab Parimo mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan.
“Penanganan Karhutla bukan hanya tugas TNI, Polri, Damkar, atau Basarnas. Saat cuaca ekstrem, seluruh masyarakat harus ekstra hati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api,” tandas Sahid. (H-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Antisipasi Karhutla, Parigi Moutong Perkuat Sinergi dan Kesiapan Peralatan” pada 2026-08-12 23:41:00
