• September 28, 2026 5:56 am

Aleksandar Vucic Mundur sebagai Presiden Serbia, Bersiap Jadi Perdana Menteri

Aleksandar Vucic Mundur sebagai Presiden Serbia, Bersiap Jadi Perdana Menteri

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Aleksandar Vucic mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden Serbia, Minggu (27/9).(Predrag Milosavljevic/Xinhua)

PRESIDEN Serbia Aleksandar Vucic mengundurkan diri dari jabatannya untuk maju sebagai calon perdana menteri dalam pemilu parlemen lebih awal pada 25 Oktober mendatang. Langkah itu diambil ketika pemerintahan yang dipimpinnya menghadapi tekanan dari gerakan mahasiswa setelah hampir dua tahun demonstrasi.

Vucic mengumumkan pengunduran dirinya dari Istana Kepresidenan di Beograd, Minggu (27/9) waktu setempat. Ia mengatakan surat pengunduran diri akan diserahkan kepada Ketua Parlemen Ana Brnabic pada Senin (28/9).

“Saya mengundurkan diri sebagai presiden,” kata Vucic kepada para pendukungnya. “Besok (Senin) pagi saya akan menyerahkan tugas saya kepada ketua parlemen.”

Vucic mengeklaim dirinya telah menjalankan tugas sebagai presiden dengan setia dan jujur. Ia juga menegaskan perjuangan politiknya belum berakhir.

“Saya melayani Anda semua dan tanah air Serbia dengan setia, terhormat, dan jujur selama masa jabatan saya. Perjuangan baru saja dimulai,” ujarnya.

Masa jabatan kedua Vucic sebenarnya baru berakhir pada 2027. Konstitusi Serbia melarangnya mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden ketiga. Karena itu, ia memilih maju dalam pemilu parlemen bersama Partai Progresif Serbia (SNS) untuk mengejar jabatan perdana menteri.

Pengunduran diri tersebut berlangsung di tengah tekanan politik yang meningkat. Gerakan mahasiswa muncul setelah kanopi stasiun kereta api di Novi Sad runtuh pada November 2024 dan menewaskan 16 orang. Para mahasiswa menuntut pertanggungjawaban dan penegakan hukum.

Aksi tersebut berkembang menjadi gerakan nasional yang menentang korupsi dan dominasi SNS. Partai itu telah berkuasa sejak 2012, sementara Vucic mendominasi politik Serbia sebagai perdana menteri atau presiden selama sekitar 12 tahun.

Pemerintah menghadapi tuduhan korupsi, hubungan dengan kejahatan terorganisasi, serta pembatasan terhadap kebebasan demokratis dan media kritis. Pemerintah dan SNS membantah tuduhan penyalahgunaan kekuasaan tersebut.

Setelah pengunduran diri Vucic berlaku, Ana Brnabic akan menjalankan tugas sebagai presiden sementara. Pemilu presiden harus digelar paling lambat dalam tiga bulan.

Pemilu parlemen 25 Oktober akan mempertemukan SNS dengan gerakan yang didukung mahasiswa, partai Sosialis, aliansi oposisi pro-Uni Eropa, dan sejumlah kelompok lain.

Upaya Serbia untuk bergabung dengan Uni Eropa terhenti di bawah kepemimpinan Vucic karena kemunduran demokrasi dan penolakan untuk ikut memberikan sanksi terhadap Rusia atas perang di Ukraina. (The Guardian/B-3)

 

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Aleksandar Vucic Mundur sebagai Presiden Serbia, Bersiap Jadi Perdana Menteri” pada 2026-09-28 05:33:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *