• May 17, 2026 7:12 am

Operasi Gabungan AS dan Nigeria Tewaskan Wakil Pemimpin Global ISIS

Operasi Gabungan AS dan Nigeria Tewaskan Wakil Pemimpin Global ISIS

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Pasukan gabungan AS dan Nigeria sukses menewaskan Abu-Bilal al-Minuki, wakil pemimpin global ISIS, dalam sebuah operasi di Danau Chad.(Africom)

PASUKAN Amerika Serikat dan Nigeria berhasil menewaskan seorang komandan senior ISIS dalam sebuah operasi gabungan pada Jumat lalu. Presiden AS, Donald Trump, mengeklaim keberhasilan operasi ini telah “sangat melumpuhkan” kekuatan kelompok militan tersebut.

“Malam ini, atas arahan saya, pasukan Amerika yang berani dan Angkatan Bersenjata Nigeria berhasil melaksanakan misi yang direncanakan secara cermat dan sangat kompleks untuk melenyapkan teroris paling aktif di dunia dari medan perang,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social.

Trump mengidentifikasi target tersebut sebagai Abu-Bilal al-Minuki, yang disebutnya sebagai orang kedua dalam komando ISIS secara global. “Dia tidak akan lagi meneror rakyat Afrika, atau membantu merencanakan operasi yang menyasar warga Amerika,” tambah Trump.

Meskipun Trump tidak merinci lokasi serangan, pernyataan dari Istana Kepresidenan Nigeria mengonfirmasi bahwa al-Minuki, yang juga dikenal sebagai Abu-Mainok, tewas bersama beberapa letnannya dalam serangan terhadap kompleksnya di kawasan Danau Chad Basin. Berdasarkan dokumen penegakan hukum AS, al-Minuki lahir pada tahun 1982 di Negara Bagian Borno, Nigeria timur laut.

Nama al-Minuki sebenarnya sempat dilaporkan tewas tahun 2024 di wilayah Kaduna. Namun, juru bicara Presiden Nigeria, Bayo Onanuga, mengklarifikasi laporan terdahulu merupakan kesalahan identifikasi. “Kali ini, otoritas keamanan dan militer memiliki tingkat keyakinan yang jauh lebih tinggi,” jelas Onanuga.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan pasukan AS telah berbulan-bulan memburu pemimpin ISIS di Nigeria tersebut yang dituduh membunuh umat Kristen. “Operasi seperti tadi malam menunjukkan mematikan, kesabaran, dan keterampilan luar biasa dari pasukan AS, yang diperkuat bersama mitra yang bersedia dan mampu, untuk mengatasi ancaman bersama,” ujar Hegseth.

Respon Nigeria

Menanggapi keberhasilan ini, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu menyampaikan apresiasinya pada Sabtu pagi. “Nigeria menghargai kemitraan dengan Amerika Serikat ini dalam memajukan tujuan keamanan bersama kita. Saya menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Presiden Trump atas kepemimpinannya dan dukungan yang tak tergoyahkan dalam upaya ini,” tulis Tinubu di media sosial.

Juru bicara Presiden Nigeria, Daniel Bwala, menambahkan bahwa pemimpin organisasi teroris ISWAP tersebut memang telah diawasi sejak lama. Ketika posisinya teridentifikasi di sekitar Danau Chad, kedua pemerintah sepakat bahwa itu adalah saat yang tepat untuk menyerang.

Kendati demikian, Bwala meluruskan klaim AS mengenai target korban. “Nigeria tetap menegaskan bahwa tidak ada genosida terhadap umat Kristen yang terjadi di Nigeria,” kata Bwala, sembari menegaskan teroris menyasar masyarakat dari “semua lini keyakinan.”

Para pakar dan analis menilai situasi keamanan di Nigeria memang sangat kompleks. Sebagai negara dengan populasi mencapai 237,5 juta jiwa yang terbagi atas mayoritas Muslim dan Kristen, kedua kelompok agama tersebut kerap menjadi korban serangan kelompok Islam radikal. Selain motif agama, konflik kekerasan di negara itu juga dipicu oleh ketegangan komunal, etnis, serta sengketa lahan dan air antara petani dan peternak. (CNN/Z-2)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Operasi Gabungan AS dan Nigeria Tewaskan Wakil Pemimpin Global ISIS” pada 2026-05-17 06:21:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *