• May 15, 2026 9:05 pm

Bamsoet dorong KBPP Polri jaga stabilitas dan keamanan nasional 

Bamsoet dorong KBPP Polri jaga stabilitas dan keamanan nasional 

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Jakarta (ANTARA) – Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri memperkuat soliditasnya sebagai mitra strategis negara dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional.

Menurut Bamsoet, keberadaan KBPP Polri sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki akar kuat dengan nilai kebangsaan dianggap semakin relevan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya ancaman kejahatan siber, penyebaran paham radikalisme melalui ruang digital, hingga dinamika konflik sosial akibat tekanan ekonomi dunia.

“KBPP Polri harus tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu merawat persatuan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menjadi jembatan antara rakyat dengan institusi negara,” kata Bamsoet dalam keterangannya usai menghadiri Munas VI KBPP Polri di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, dalam situasi dunia yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, soliditas organisasi menjadi faktor penting untuk menjaga Indonesia tetap aman, teduh, dan produktif.

Ketua MPR RI periode 2019-2024 itu menyebut situasi keamanan nasional yang relatif kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Bamsoet memaparkan tantangan keamanan nasional saat ini telah berubah sangat cepat. Ancaman tidak lagi selalu berbentuk konflik fisik, melainkan infiltrasi ideologi ekstrem melalui media sosial, penyebaran hoaks yang memecah belah masyarakat, hingga meningkatnya praktik premanisme yang mengganggu stabilitas investasi dan kehidupan sosial masyarakat.

Dia mengutip data Polri yang menunjukkan sepanjang tahun 2025 aparat kepolisian menangani lebih dari 325 ribu kasus kejahatan dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 76,22 persen.

Di sisi lain, Densus 88 juga berhasil mempertahankan status zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut melalui pendekatan pencegahan dan penegakan hukum yang terukur.

“Keamanan nasional tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat negara. Dibutuhkan partisipasi masyarakat sipil yang aktif, terorganisir, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “KBPP Polri memiliki posisi strategis karena lahir dari tradisi pengabdian dan disiplin yang melekat pada keluarga besar Polri”.

Baca juga: Anggota DPR dorong KBPP Polri ambil peran dalam Astacita

Selain itu, kata Bamsoet, KBPP Polri perlu memperkuat perannya sebagai organisasi kader kebangsaan yang mampu menjangkau generasi muda. Bonus demografi Indonesia akan menjadi kekuatan besar apabila generasi muda diarahkan kepada produktivitas, inovasi, dan semangat persatuan.

Sebaliknya, menurut dia, tanpa pembinaan yang kuat, ruang digital dapat menjadi arena subur bagi penyebaran intoleransi, provokasi, dan kriminalitas baru. Fenomena meningkatnya propaganda radikalisme melalui media sosial yang menyasar anak muda menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen bangsa.

“Anak-anak muda harus diajak masuk dalam gerakan kebangsaan yang konkret. KBPP Polri harus aktif hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan karakter, literasi digital, kegiatan sosial, dan penguatan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Bamsoet yang juga Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan institusi negara dalam menjaga ketertiban sosial.

Menurutnya, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan elemen masyarakat mampu mencegah konflik sosial berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Dalam beberapa peristiwa pengamanan nasional, ungkapnya, organisasi masyarakat turut dilibatkan untuk menjaga stabilitas dan harmoni sosial di lingkungan masing-masing.

Dia menambahkan, KBPP Polri harus menjadi contoh organisasi yang mengedepankan dialog, gotong royong, dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi.

“Bangsa ini membutuhkan perekat sosial yang mampu menjaga keseimbangan di tengah derasnya polarisasi akibat kontestasi politik maupun tekanan ekonomi global,” tutur Bamsoet.

Pembukaan Munas VI KBPP Polri dihadiri pula Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra, Ketua Umum KBPP Polri Evita Nursanty, Dewan Penasehat KBPP Polri Komjen Pol. (Purn) Adang Daradjatun serta Dewan Pembina KBPP Polri Komjen Pol (Purn) M. Nurdin.

Baca juga: Kabaharkam buka Munas VI KBPP Polri harapkan solid dan bermanfaat

Baca juga: KBPP Polri dukung Kapolri tindak tegas oknum anggota langgar aturan

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Bamsoet dorong KBPP Polri jaga stabilitas dan keamanan nasional “ pada 2026-05-15 20:19:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *