• July 5, 2022 8:11 pm

39 Warga OKU Timur yang Tergabung NII Kini Sudah Sadar

PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan mencatat ada 39 orang warga yang terpapar paham radikal, yakni tergabung sebagai anggota organisasi Negara Islam Indonesia. Namun, mereka diklaim sudah disadarkan kembali. Hal itu tak lain adalah kerja sama antara pemerintah, Polri dan TNI serta semua instansi dan pihak terkait.

“Terima kasih atas upaya pengembalian saudara kita sebanyak 39 orang eks NII kepada Pancasila dan UUD 1945 ini,” kata Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Kamis (9/6).

Herman Deru mengharapkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dengan TNI/Polri dan organisasi terkait lainnya dapat terus dipertahankan melalui pembentukan Kampung Tangguh Ideologi.

“Apresiasi kepada Kapolda Sumsel dan jajaran, TNI yang terlibat, yang telah mendeteksi sedini mungkin, sehingga paham yang terlarang oleh negara dapat teratasi seperti yang dilakukan saat ini melalui Kampung Tangguh Ideologi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Sumatra Selatan telah mendirikan kampung tangguh ideologi di Kabupaten OKU Timur sebagai upaya menangkal potensi gerakan radikalisme di kalangan masyarakat setempat.

“Tujuan utama pendirian kampung ideologi ini untuk menanggulangi penyebaran paham radikal yang dekat dengan tindakan terorisme,” ucap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

Baca juga: BNPT Sebut Ideologi Khilafatul Muslimin Sama dengan HTI dan NII

Menurutnya, desain besar pelaksanaan kampung tangguh ideologi itu menciptakan sinergisitas antara empar pilar masyarakat tingkat desa, yakni Babinsa, Babinkamtibmas, penyuluh agama dan tokoh masyarakat setempat dalam hal pemahaman ideologi kenegaraan. Setelah sinergisitas tersebut tercipta dan terbina secara baik, kata dia, diharapkan potensi masuknya paham radikal di OKU Timur bisa dicegah.

“Jadi empat pilar ini diperkuat dalam kampung tangguh ideologi. mereka akan mencegah masuknya paham radikal, melindungi masyarakat yang rentan terpapar, mendata dan mengawasi pendatang yang masuk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kampung tangguh ideologi ini merupakan program pencegahan tindakan terorisme pertama secara nasional. Pendirian kampung tangguh ideologi di OKU Timur tersebut dilakukan Polda Sumsel setelah ada sebanyak 39 orang masyarakat setempat yang berhasil disadarkan karena sempat terpengaruh paham radikal dengan tergabung organisasi Negara Islam Indonesia (NII).

“Kami berharap inisiasi pendirian kampung seperti ini bisa menyebar luas ke seluruh daerah, sehingga Indonesia menjadi negara yang tangguh ideologi,” pungkasnya.(OL-5)


Sumber: Media Indonesia | 39 Warga OKU Timur yang Tergabung NII Kini Sudah Sadar

Leave a Reply

Your email address will not be published.