• July 5, 2022 8:15 pm

Akademisi: Regulasi melawan penyebaran radikalisme perlu diperkuat

ByRedaksi PAKAR

Jun 8, 2022
Akademisi: Regulasi melawan penyebaran radikalisme perlu diperkuat
Jakarta (ANTARA) – Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UMM), Lampung, Jazim Ahmad, mengatakan perlunya pemerintah memperkuat regulasi yang mengatur penindakan tegas terhadap oknum yang menyebarkan radikalisme dan ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

“Ini perlu diarahkan ke sana, untuk adanya perubahan regulasi guna meningkatkan kewenangan penuh untuk melakukan penindakan terhadap kelompok yang membawa ideologi radikal, jadi harus ada perubahan peraturan,” ujar Jazim Ahmad, dałam siaran pers Pusat Media Damai Badan Nasional Penanggulangan Terrorisme (PMD BNPT), Rabu.

Hal ini terkait dengan maraknya kelompok-kelompok yang menyatakan diri baik secara terang-terangan sebagai simpatisan khilafah maupun melalui kampanye terselubung lewat dunia maya. Kelompok ini kerap berlindung dibalik hak asasi manusia dalam aksinya. Seperti video konvoi dari Khilafatul Muslimin yang viral.

Baca juga: FKPT Kaltara: Penyuluh agama berperan strategis lawan radikalisme

Baca juga: BNPT: Peran Forum Rektor dibutuhkan selesaikan radikalisme di kampus

“Itu kebebasan yang kebablasan, jadi merasa dia bebas menyampaikan segala-galanya, maka sampai terjadi seperti itu, barangkali ia merasa bebas sebebas-bebasnya menyampaikan hal seperti itu dan melakukan aksi seperti itu,” jelasnya.

Pria yang juga Ketua Pimpinan Wilayah XI Tapak Suci Putera Muhammadiyah Lampung ini juga mengkhawatirkan aksi-aksi kelompok radikal saat ini kerap menargetkan kaum pemuda dalam rangka kaderisasi dan menjaring partisipan.

Oleh karenanya, pemberantasan paham radikalisme dan terorisme harus ditindak tegas melalui regulasi yang masif dan ketat. Pelarangan dan pembubaran ormas menurutnya tidak cukup dan bukan menjadi solusi, karena ideologi-nya terus berkembang di akar rumput bahkan berkamuflase di tengah masyarakat.

“Seperti mencabut alang-alang tapi akarnya masih ada, nah itu di bawahnya masih bergerak. Jadi perlu dituntaskan sampai akarnya, loyalis-nya juga saya rasa masih banyak, ini pekerjaan berat dan butuh waktu,” ujarnya.

Sebagai seorang rektor, dirinya menyadari perlu ada kebijakan dan upaya tepat dari kampus dan institusi pendidikan lain guna mencegah paham-paham radikal terorisme ini mewabah dan menjangkiti anak didik.

Baca juga: Polda Metro tangkap pimpinan Khilafatul Muslimin di Lampung

“Perlu ada rutinitas penyuluhan seperti yang dilakukan BNPT tentang bahaya radikalisme baik oleh kalangan kampus maupun pihak dari luar, termasuk juga dari kalangan pendidik untuk memberikan penyuluhan,” katanya.

Tidak hanya itu,Jazim juga berharap ada peran kongkrit dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga Lurah, Ketua RW serta RT untuk bisa memberikan pengarahan dan mengawasi warganya agar tidak terjerumus pada kegiatan maupun paham-paham radikal.

“Tokoh agama harus berperan, pimpinan RT, RW, lurah juga harus berani dan tidak bosan memberikan pengarahan kepada warganya,” imbau pria yang juga pernah menjabat Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UMM ini.

Pewarta: M Arief Iskandar
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber: Antara News | Akademisi: Regulasi melawan penyebaran radikalisme perlu diperkuat

Leave a Reply

Your email address will not be published.