• May 21, 2022 10:16 pm

Masyarakat Diimbau Waspadai Perubahan Gerakan NII

ByRedaksi PAKAR

Aug 19, 2016

MASYARAKAT diimbau untuk senantiasa menjaga persatuan dan  kesatuan bangsa. Untuk itu mereka harus mewaspadai semua gerakan yang hendak mengubah dasar negara serta mengancam keutuhan bangsa.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengutarakan hal itu.  Ia pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati dengan  gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang kini mengungkap melakukan perubahan dalam gerakannya.

Jika dulu, strategi mereka menguasai wilayah sehingga mudah dilumpuhkan, sekarang gerakannya berbeda. “Karena dia strateginya penguasaan wilayah maka mudah dilumpuhkan, daerahnya mudah direbut, pengikutnya mudah diberesin,” kata Moeldoko.

“Itu sebuah pengalaman bagi mereka, maka sekarang gerakan yang dia kembangkan adalah perebutan heart and mind.”

Selain itu, strategi mereka lebih terstruktur karena menyusup ke dalam organ aparatur sipil negara (ASN), aparat keamanan, mahasiswa, berbagai institusi, juga menjelma sebagai pengusaha.

“Jangan salah, itu sudah berada di tengah-tengah kita. Siapa yang menjadi unsur-unsur yang terpengaruh? Melalui ASN, melalui aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi, dan termasuk pengusaha,” tegasnya.

Program Wake up call Moeldoko terkait NII mendapat dukungan dari Jaringan Mubalig Muda Indonesia (JAMMI). Koordinator nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi mendukung peringatan dini dari KSP tersebut. Dia menilai sebagai pejabat publik yang punya otoritas, sudah seharusnya pemerintah menyediakan payung kepada masyarakat.

“Kami menilai pernyataan mengenai NII itu sebagai peringatan dini bagi kita. Bagi masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati untuk tidak lengah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

“Sudah seharusnya sebagai pemegang otoritas, pemerintah mewanti-wanti dan menyediakan “payung” sebelum hujan bagi masyarakat. Agar dapat melakukan pencegahan dan dapat memitigasi langkah atau upaya yang bisa dilakukan sebelum semuanya terlambat,” lanjut dia.

Menurutnya, peringatan Moeldoko dapat membangun kesadaran (awareness)¬ akan bahaya radikalisme yang dapat berujung pada terorisme. Karena sebagaimana disampaikan oleh Moeldoko, NII lebih beradaptasi dengan gerakan mereka yang menyusup melalui berbagai elemen struktur yang ada di dalam masyarakat.

“Mengutip Ketua KSP, NII itu ada di dalam berbagai struktur masyarakat. Mulai dari ASN, aparat keamanan, mahasiswa, pengusaha, dan sebagainya. Jelas ini menjadi bukti nyata kalau mereka (NII) itu ada di tengah kita. Jangan ada di antara kita menjadi korban cuci otak mereka dan berjanji setia kepada mereka yang dapat merusak sendi dan tatanan demokrasi di Indonesia serta keutuhan NKRI,” ujarnya. (RO/A-1)


Sumber: Media Indonesia | Masyarakat Diimbau Waspadai Perubahan Gerakan NII

Leave a Reply

Your email address will not be published.