• May 19, 2022 7:05 pm

Muhammadiyah: Israel Menyerang Peradaban Dunia

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah mengutuk aksi penyerangan polisi Israel terhadap kaum muslim yang tengah beribadah di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (15/4), hingga melukai lebih 152 jamaah muslim. Hal itu kian menambah daftar panjang kekejaman dan invasi Israel terhadap Palestina.

Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyatakan, betapa berat penderitaan rakyat Palestina sejak tahun 1948 selain kehilangan tanah airnya yang sah juga terus menerus diserang, ditembaki, diteror, dan diagresi secara fisik sepanjang hidupnya.

“Perempuan dan anak-anak Palestina pun selalu menjadi korban kekejaman Israel,” ucap Haedar saat Milad ke-58 Tahun IMM dan Pendirian Pusat Studi Islam IMM DIY, dilansir dari laman Muhammadiyah, Sabtu (16/4).

Ia menegaskan, kekejaman demi kekejaman yang dilakukan Israel sejatinya bukan hanya menyangkut serangan brutal terhadap bangsa Palestina, sejatinya juga  merupakan serangan nista terhadap peradaban dunia.

Dunia modern yang seharusnya menjunjung tinggi  kebebasan dan hak hidup manusia atau suatu bangsa, sungguh tidak dihiraukan oleh Israel. Serangan demi serangan, dari kekejaman  yang satu ke kekejaman lainnya yang dilakukan Israel  seolah boleh dan biasa di mata dunia.

“Israel sendiri selalu memiliki alasan dalam melakukan serangan apapun  dan kapan pun terhadap rakyat Palestina. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun negara-negara adidaya  nyaris bungkam jika menyangkut serangan Israel. Tidak ada kecaman keras, apalagi sanksi,” cetus Haedar.

Bila dalam kasus agresi Russia ke Ukraina sertamerta negara-negara Eropa dan Amerika Serikat langsung bereaksi keras dan memberi sanksi, kata Haedar, hal serupa  tidak berlaku bagi Israel.

“Israel  itu seakan boleh melakukan serangan fisik dan militer dalam bentuk apapun di wilayah Palestina. Rakyat dan wilayah Palestina dianggap bebas untuk diinvasi Israel sekehendaknya.

Lembaga-lembaga dan para aktivis hak asasi manusia di seluruh dunia pun nyaris bisu,” imbuhnya.

Bila ada satu peristiwa dengan korban kecil  di suatu negara selalu mudah menjadi isu dunia sebagai  pelanggaran HAM, namun tiadak  berlaku bagi Israel.

Kelompok-kelompok pengusung perdamaian dunia dan forum-forum agama-agama nyaris bisu bila menyangkut Israel, seolah semua serangan demi serangan  fisik itu menjadi lumrah.  Penyuara anti-radikalisme dan anti-terorieme pun tidak terdengar sikap garangnya bila menyangkut tindakan super-radikal dan super-teror Zionis Israel.

Haedar mengatakan, hal-hal itu merupakan ironi tragis dunia global saat ini. Padahal sejatinya serangan demi serangan Israel terhadap wilayah dan bangsa Palestina sama dengan menyerang brutal dan menghancurkan peradaban dunia. Karena yang diserang ialah manusia, kebebasan, hak, dan eksistensi hidup sebuah bangsa yang semestinya menikmati kemerdekaannya secara leluasa.

“Kenapa di era dunia modern saat ini yang semestinya menjunjungtinggi peradaban manusia dengan segala hak asasinya masih terus membiarkan Israel untuk  bebas  menyerang, menyerbu, menginvasi, mengaresi, dan menindas bangsa lain tanpa sanksi dan usaha serius PBB dan negara-negara di dunia untuk menghentikannya secara nyata?” kata Haedar.

Ia menuturkan, ketika Irak era Saddam Hussein menginvasi Kuwait, negara-negara sekutu Eropa sigap menghancurkan Irak hingga nasibnya nesta sampai saat ini. Begitu pun bila ada invasi atau pelanggaran HAM berat  di suatu negara, banyak suara menentang dan mengecam.  Namun, Israel menjadi pengecualian. “Inilah nestapa dan kelumpuhan peradaban dunia modern saat ini!” kecam Haedar. (H-2)


Sumber: Media Indonesia | Muhammadiyah: Israel Menyerang Peradaban Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published.