• May 17, 2022 12:28 pm

Mengapa Muncul Ketakutan di Jerusalem selama Ramadan?

SEBANYAK 11 nyawa hilang dalam serentetan serangan di Israel. Beberapa serangan terkait dengan kelompok ISIS. 

Israel pun menempatkan pasukannya dalam siaga tinggi untuk Ramadan yang dimulai akhir pekan lalu. Mengapa negara Yahudi meningkatkan keamanan ketika datang bulan suci puasa umat Islam?

Ada apa dengan Jerusalem?

Setiap malam selama Ramadan, ribuan Muslim berkumpul untuk salat di masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur. Al-Aqsa–yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount–terletak di Kota Tua di Jerusalem timur, Palestina.

Situs tersuci ketiga dalam Islam itu menjadi pemicu konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lama dan sering menjadi tempat bentrokan. Tahun lalu, demonstrasi malam di Jerusalem dan kompleks Al-Aqsa meningkat menjadi 11 hari perang antara Israel dan Hamas, gerakan Islam yang menguasai Jalur Gaza.

Demonstrasi kekerasan telah menyebabkan puluhan terluka Ramadan ini. Pada Selasa (5/4), saat mengunjungi Tepi Barat, Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan Israel telah, “Mencegah lebih dari 15 serangan serius, melakukan 207 penangkapan, dan menginterogasi 400 tersangka yang berhubungan dengan ISIS,” mengacu pada kelompok jihad.

Baca juga: Anggota Parlemen Israel Keluar dari Koalisi, Kekuasaan Bennett Terancam

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan kepada presiden Palestina Mahmud Abbas melalui telepon bahwa Ramadhan harus menjadi bulan damai dan tenang dan bukan periode yang ditandai dengan teror.

Apa kerugian Hamas?

Jumlah serangan roket dari Gaza telah menurun drastis sejak akhir perang yang menghancurkan tahun lalu. Israel mengumumkan pekan lalu peningkatan izin kerja, dari 12.000 menjadi 20.000, dengan harapan dapat menghidupkan kembali Gaza dan menghalangi Hamas dari konfrontasi lain. Kebijakan lain yakni memperluas zona penangkapan ikan yang diizinkan di daerah kantong itu.

“Kemampuan kami untuk menerapkan langkah-langkah ini sekarang terancam oleh terorisme. Kami hanya akan menerapkannya jika situasi keamanan kembali stabil,” kata Gantz.

Hamas memiliki banyak kerugian jika terjadi eskalasi, salah satu sumber keamanan Israel mengatakan kepada AFP. “Hamas menghadapi dilema yang cukup besar karena para pekerja datang ke Israel, zona penangkapan ikan telah diperluas, dan mereka telah menderita kerugian besar tahun lalu sehingga penduduk Gaza lelah menderita lagi. Ini mungkin sebagai pencegahan.”

Baca juga: ISIS bakal Menjadi Musuh Baru Israel?

“Saya tidak melihat keinginan Hamas untuk berkonfrontasi sekarang, tetapi PIJ merupakan faktor yang tidak terduga,” kata sumber itu, merujuk pada Jihad Islam, kelompok militan lain yang berbasis di Gaza. “Saya lebih percaya diri dalam upaya Hamas untuk menghindari eskalasi daripada PIJ,” tambah sumber itu.

Mengapa dengan Jihad Islam?

Setelah serangan di dekat Tel Aviv, pasukan Israel melakukan operasi di dan sekitar Jenin, kota di Tepi Barat utara tempat penyerang berasal. Setidaknya tiga anggota Jihad Islam tewas dalam serangan itu.

Kelompok itu ditetapkan sebagai organisasi teror oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa serta memiliki ribuan pendukung di Gaza dan Tepi Barat. Pejabat keamanan Israel menganggapnya dekat dengan Iran.

Jika Israel melakukan operasi baru, “Itu dapat menyebabkan eskalasi militer, terutama dengan Jihad Islam”, kata Mukhaimer Abu Saada, profesor ilmu politik di Universitas Al-Azhar Gaza. “Namun saya yakin itu akan menjadi sedikit eskalasi, karena Hamas tidak menginginkan konfrontasi baru,” tambahnya.

Mengapa Yordania penting?

Dalam seminggu terakhir, presiden dan menteri pertahanan Israel mengunjungi Yordania untuk berbicara dengan Raja Abdullah II, yang juga telah berbicara di telepon dengan Perdana Menteri Menteri Bennet. Menjelang Ramadan, Abdullah mengunjungi Ramallah, pusat Otoritas Palestina, untuk pertama kali dalam lima tahun untuk melakukan pembicaraan dengan Abbas.

Baca juga: Hamas Setop Jihad Islami Palestina Kirim Roket ke Israel

Yordania menduduki Jerusalem timur sebelum direbut oleh Israel pada 1967 dan masih ditugasi mengelola situs-situs suci Muslim di Kota Tua seperti kompleks Al-Aqsa. Namun akses ke situs-situs tersebut dikendalikan oleh Israel. Pertukaran diplomatik baru-baru ini merupakan upaya untuk menjamin kebebasan beribadah sekaligus mencegah situasi memanas seperti tahun lalu. (AFP/OL-14)


Sumber: Media Indonesia | Mengapa Muncul Ketakutan di Jerusalem selama Ramadan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.