• May 19, 2022 4:43 pm

Ketum PBNU Beber Warisan Islamofobia & Kafirophobia Umat Beragama

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengapresiasi polisi menjerat Bahar bin Smith sebagai tersangka penyebaran kabar bohong atau hoaks.

Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan selain islamofobia atau rasa tidak suka pada umat Islam, juga terdapat kafirophobia atau rasa tidak suka terhadap pemeluk agama selain Islam.

Yahya menyebut islamofobia dan kafirophobia bersifat resiprokal atau saling berbalasan dan telah terjadi selama ratusan tahun. Hal ini Yahya kemukakan dalam webinar yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

“Kalau di satu sisi kita sekarang melihat ada islamofobia dari arah nonmuslim kepada muslim, di sisi lain sebetulnya kita harus akui juga bahwa dari kalangan muslim ada kafirophobia juga,” kata Yahya, Rabu (30/3).

Yahya menjelaskan kedua gejala tersebut sudah mengendap dalam mentalitas masing-masing pemeluk agama selama berabad-abad, dan dimapankan dengan wacana keagamaan.

Menurutnya, umat Islam mewarisi kesadaran kafirophobia karena dalam sejarahnya dunia Islam berkonflik dengan dunia non-Islam. Salah satu contohnya adalah kerajaan Turki Usmani yang berkonflik dengan kerajaan Kristen di Eropa sepanjang 700 tahun.

Di belahan timur, kata Yahya, Dinasti Mughal terus berkonflik dengan umat Hindu di India, khususnya bagian utara.

“Kenapa kita punya yang seperti ini, baik di lingkungan nonmuslim ada islamofobia dan di lingkungan umat Islam ada kafirophobia. Karena memang kita mewarisi sejarah yang panjang,” ujarnya.

Menurut Yahya, kondisi dunia saat itu tak ubahnya seperti rimba raya persaingan identitas, termasuk agama. Setiap kerajaan membawa label identitas agama.

Gesekan ini kemudian memuncak pada terjadinya Perang Dunia I dan II yang mengakibatkan tragedi kemanusiaan. Namun, setelah itu, masyarakat dunia mulai sadar dan muncul wacana hak asasi manusia (HAM).

“Sehingga misalnya di India Utara hari ini tidak ada kuil Hindu yang berumur lebih dari 200 tahun karena semua sudah dimusnahkan oleh Dinasti Mughal ini,” tuturnya.

“Ini semua adalah sejarah yang kita warisi, sejarah yang berjalan ratusan tahun, yang kita warisi, yang sudah mengendap sebagai mindset kita sekarang,” kata Yahya.

‘Terorisme Bukan Khas Islam’, di halaman selanjutnya…


Gus Yahya: Terorisme Bukan Khas Islam

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Sumber: CNN Indonesia | Ketum PBNU Beber Warisan Islamofobia & Kafirophobia Umat Beragama

Leave a Reply

Your email address will not be published.