• May 17, 2022 11:18 am

Mengapa Dalang Kasus Indra Kenz-Doni Salmanan Sulit Terungkap?

Polisi belum mengungkap dalang kasus penipuan dan pencucian uang Indra Kenz dan Doni Salmanan. Orang besar diduga ada di belakang dua crazy rich itu.

Jakarta, CNN Indonesia

Indra Kenz, Doni Salmanan, serta sejumlah crazy rich atau orang super kaya tiba-tiba berseliweran di media sosial. Uniknya, crazy rich kali ini kebanyakan merupakan ‘anak kemarin sore’ dengan latar belakang bisnis yang relatif singkat. 

Nasib sebagian crazy rich milenial ini nyatanya tak semulus kehidupan yang mereka pamer di media sosial. Indra dan Doni Salmanan, misalnya, ditetapkan sebagai kasus dugaan penipuan investasi opsi biner alias binary option.

Indra tersandung kasus dugaan penipuan berkedok perdagangan opsi biner melalui aplikasi Binomo. Sementara Doni Salmanan melalui platform Quotex.

Keduanya disangka melakukan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Diduga, ulah Indra Kenz dan Doni Salmanan berhasil menipu puluhan ribu orang dengan nilai kerugian hingga ratusan miliar. Kasus terus berjalan, namun hingga kini polisi belum berhasil menciduk dalang dari investasi bodong. Dalih polisi. para tersangka bungkam saat diperiksa. 

Ada beberapa kemungkinan polisi belum berhasil membongkar dalang penipuan jumbo ini. Yang pertama, polisi memang kesulitan karena kasus Indra dan Doni terkait kejahatan transaksi digital.

Kasus kejahatan transaksi digital lewat aplikasi, menurut pakar hukum Universitas Brawijaya Aan Eko Widiarto, memang sulit diungkap karena akses aplikasi ini multi-nasional.

Dengan faktor itu, maka bisa saja dalang binary option merupakan Warga Negara Asing (WNA) sehingga pengembangan kasus harus melewati serangkaian proses yang lebih rumit.

“Tidak mudah negara menembus keamanan atau kejahatan dari negara lain. Misalnya diketahui itu pun WNA, kita tidak punya perjanjian ekstradisi dengan negara itu sehingga kesulitan menangkap pelaku,” kata Aan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/3).

Faktor kedua, menurut Aan, adalah karena sangat mungkin ada peluang kejahatan kerah putih atau white-collar crime terjadi dalam pusaran kasus ini.

White-collar crime merujuk pada tindak kejahatan yang dilakukan seseorang dengan posisi tinggi atau memiliki wewenang penting dalam tatanan negara.

“Secara sosiologi mereka pelaku kejahatan white-collar crime. Jadi mereka berduit dan punya pengaruh, punya akses. Dan kita ketahui kalau hukum berhadapan dengan yang berduit dan berkuasa dan punya afiliasi, ini agak tumpul,” kata dia.

Aan sendiri tak menampik ada dugaan keterkaitan ‘orang besar’ di Indonesia dalam kasus Indra Kenz dan Doni Salmanan. Indikasinya adalah jerat terhadap Indra dan Doni yang diduga melakukan penipuan, perjudian, hingga pencucian uang (TPPU).

Dalam dugaan TPPU, kata Aan, orang besar bisa saja terlibat. Misalnya si A merupakan tokoh berpengaruh di negara dan mendapatkan uang dengan cara tidak benar.

A tentu saja tidak akan menyimpan uang ‘haram’ tersebut di bank lantaran mudah ditelusuri. A kemudian melakukan pencucian dengan investasi digital untuk mengamankan uangnya dan mungkin berniat melipatgandakan uang tersebut. 

Aan juga merasa yakin kasus ini ada indikasi white-collar crime lantaran polisi selama ini diketahui selalu sigap menangkap dalang kasus apabila dilakukan oleh rakyat biasa, apalagi terkait aliran dana teroris.

“Jadi tidak menutup kemungkinan yang punya wewenang seperti pejabat negara atau mungkin di internal institusi yang berwenang dalam penegakan hukum itu juga terlibat dalam melakukan tanda kutip investasi, atau bagaimana mencari keuntungan cepat dan berlipat ganda,” ujarnya.

Bersambung ke halaman berikutnya…


Nasib Korban dan Hak Atas Kehilangan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Sumber: CNN Indonesia | Mengapa Dalang Kasus Indra Kenz-Doni Salmanan Sulit Terungkap?

Leave a Reply

Your email address will not be published.