• May 19, 2022 3:49 pm

Polri Respons Komnas HAM Panggil Densus soal Penembakan Dokter Sunardi

Densus 88 Polri dikabarkan menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbah di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11) pagi.
Jakarta, CNN Indonesia

Polri memastikan bakal bekerja sama dan memenuhi panggilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dengan peristiwa penembakan dokter Sunardi sebagai tersangka terorisme yang dilakukan oleh petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Diketahui, penembakan itu terjadi di wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (9/3) lalu. Menurut polisi, Sunardi ditembak hingga akhirnya meninggal dunia karena memberikan perlawanan saat akan ditangkap.

“Tentu Polri dalam hal ini Densus 88 menghargai dan akan datang bilang Komnas HAM akan memanggil Densus 88,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Senin (14/3).

Namun demikian, ia belum dapat menyebutkan lebih lanjut mengenai proses koordinasi antar lembaga tersebut terkait dengan peristiwa penembakan itu.

Ramadhan hanya menuturkan bahwa pihaknya tak akan menutup-nutupi peristiwa tersebut kepada Komnas. Pasalnya, kata dia, Komnas undangan panggilan tersebut nantinya juga untuk menjelaskan mengenai upaya penegakkan hukum yang dilakukan Densus.

“Terkait peristiwa penegakkan hukum yang dilakukan oleh anggota Densus 88,” tandas dia.

Sebagai informasi, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan bahwa rencana panggilan pemeriksaan tersebut akan dilayangkan pada pekan ini.

Namun, Anam tak merinci secara spesifik hari pemanggilan itu akan dilakukan. Ia hanya menyatakan pemanggilan itu bertujuan agar Komnas HAM mendapatkan semua informasi soal tewasnya Sunardi.

“Dan membuat terangnya peristiwa,” kata Anam dalam video resminya di kanal YouTube Humas Komnas HAM RI dikutip Minggu (13/3).

Menurut dia, peristiwa penembakan dokter Sunardi itu mendapat perhatian khusus dari pihaknya. Komnas, kata dia, tengah mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai pihak meski belum mendalam.

Ia juga mengakui beberapa hari terakhir rekan sejawat dari dokter Sunardi dari IDI Sukoharjo berkomunikasi dengan Komnas HAM. Mereka meminta atensi kepada Komnas HAM untuk melakukan monitoring pemantauan terhadap peristiwa ini.

Sebagai informasi, Sunardi tewas ditembak aparat lantaran dituding DensusĀ 88 membahayakan nyawa petugas dan masyarakat selama proses penangkapan. Ia disebut memberikan perlawanan secara agresif.

Polisi pun menembak Sunardi usai menabrak kendaraan warga dan mengakibatkan dua petugas terluka. Sunardi sempat hendak dievakuasi ke Rumah Sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Pengejaran itu dilakukan karena Sunardi merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana terorisme. Ia disebut tergabung dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Namun, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo Arif Budi Satria mengungkapkan dokter Sunardi adalah seorangĀ difabel. Ia menyebutkan bahwa SunardiĀ memerlukan alat bantu untuk dapat berjalan karena cedera itu.

Sunardi menjadi salah satu relawan yang turun pada gempa Bantul yang terjadi tahun 2006 hingga kecelakaan. Menurutnya, kecelakaan itumembuat kaki Sunardi cedera sehingga harus menggunakan alat bantu berjalan seumur hidupnya.

(DAL)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Polri Respons Komnas HAM Panggil Densus soal Penembakan Dokter Sunardi

Leave a Reply

Your email address will not be published.