• May 19, 2022 3:17 pm

Respons Jokowi, KSAD Dudung Minta TNI Tak Undang Penceramah Radikal

Di depan prajurit TNI AD, KSAD Jenderal Dudung meminta agar prajurit TNI menjadi petarung dan tak menjadi ayam sayur, yang selalu kalah.
Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengingatkan para komandan satuan untuk hati-hati dalam mengundang penceramah agar tidak terjerumus radikalisme.

Hal itu merupakan respons atas peringatan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutan Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3) lalu.

“Itu menjadi suatu poin yang nanti akan saya sampaikan ke para Pangdam, para Danrem,” kata Dudung saat Rapim TNI AD di Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (2/3).

Dudung mengatakan, kehati-hatian dalam memilih penceramah akan menghindarkan penyebaran paham radikal di lingkungan TNI, termasuk keluarga prajurit.

“Jangan sampai salah-salah kita dalam memilih, mengundang penceramah yang kemudian rupanya orang itu sudah terpapar radikalisme sehingga ini jangan sampai pemahaman-pemahaman yang tidak bagus nyampe ke keluarga kita,” katanya.

Presiden Jokowi sebelumnya mengingatkan agar keluarga anggota TNI-Polri harus ikut disiplin. Salah satu bentuk kedisiplinannya yakni Jokowi meminta agar istri-istri TNI-Polri tidak sembarangan mengundang penceramah agama.

Jokowi mulanya menyinggung soal disiplin nasional untuk seluruh anggota TNI-Polri. Menurutnya, kedisiplinan ini juga harus diterapkan dalam keluarga mereka.

“Hal seperti ini harus mulai dikencangkan lagi. Supaya masyarakat itu melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional. Ini bukan hanya bapak ibu yang bekerja (sebagai TNI-Polri), tapi yang di rumah juga sama,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa (1/3).

“Hati-hati, ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinnya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu manggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, TNI-Polri bisa mengkoordinir pemanggilan para penceramah atau pemuka agama untuk istri maupun keluarga mereka. Hal ini untuk meminimalisasi penyebaran paham-paham radikal.

“Sekali lagi, di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu. Harus dikoordinir oleh kesatuan. Makro dan mikronya harus kita juga. Tahu-tahu undang penceramah radikal, hati-hati,” tuturnya.

(yoa/gil)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Respons Jokowi, KSAD Dudung Minta TNI Tak Undang Penceramah Radikal

Leave a Reply

Your email address will not be published.