• September 26, 2022 10:00 pm

Beda Pandangan Ketua Jokowi Mania soal Label Teroris Munarman

Ketua Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengaku bersahabat dengan Eks Sekjen FPI Munarman. Ia jadi saksi meringankan terkait kasus terorisme.
Jakarta, CNN Indonesia

Ketua Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer menilai, eks Sekretaris Umum FPI Munarman bukanlah seorang terduga teroris sebagaimana dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hal tersebut disampaikan Immanuel ketika dihadirkan sebagai saksi meringankan atau A de Charge dalam sidang perkara dugaan tindak pidana terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (23/2).

“Karena saya tidak punya keyakinan kawan saya sebagai terorisme,” ujarnya dalam persidangan.

Munarman menurut Immanuel, juga tidak memiliki ideologi yang sama dengan ISIS. Dalam pandangannya, Munarman merupakan orang yang tegak lurus terhadap NKRI.

“Karena dia tahu kelompok ISIS mainan dari luar, itu saya pertegas sekali, jangan sampai sidang ini opini kalau Munarman bagian dari ISIS karena Munarman ini saya yakini tegak lurus pada NKRI,” jelasnya.

Apabila Munarman seorang teroris, kata dia, maka punya banyak kesempatan untuk menyakiti Presiden Jokowi. Salah satunya ketika Munarman menjadi koordinator acara 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada 2016 silam.

Ia mengatakan, pada acara tersebut, Munarman sempat berdiri bersama sejumlah tokoh di ruang terbuka, mulai dari Presiden Jokowi sampai sejumlah menteri-menteri lainnya.

“Kalau dia teroris, Jokowi yang saya dukung yang saya pilih, yang saya dukung mungkin tidak akan jadi pemimpin sampai hari ini,” ujar Immanuel.

Immanuel juga mengaku tidak ada ancaman satu pun yang sampai ke Presiden Jokowi dan peserta 212 lainnya.

“Semua aman-aman saja. Presiden sampai saat ini dua kali menjadi presiden. Sampai detik ini presidennya enggak berubah, melalui dua kali mekanisme pemilihan, artinya enggak ada ancaman,” tuturnya.

Apabila Munarman seorang teroris, kata dia, maka punya banyak kesempatan untuk menyakiti Presiden Jokowi. Salah satunya ketika Munarman menjadi koordinator acara 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada 2016 silam.

Ia mengatakan, pada acara tersebut, Munarman sempat berdiri bersama sejumlah tokoh di ruang terbuka, mulai dari Presiden Jokowi sampai sejumlah menteri-menteri lainnya.

“Kalau dia teroris, Jokowi yang saya dukung yang saya pilih, yang saya dukung mungkin tidak akan jadi pemimpin sampai hari ini,” ujar Immanuel.

Immanuel juga mengaku tidak ada ancaman satu pun yang sampai ke Presiden Jokowi dan peserta 212 lainnya.

“Semua aman-aman saja. Presiden sampai saat ini dua kali menjadi presiden. Sampai detik ini presidennya enggak berubah, melalui dua kali mekanisme pemilihan, artinya enggak ada ancaman,” tuturnya.

Dalam persidangan sebelumnya, seorang advokat berinisial LH menilai Munarman mempunyai pandangan berbeda dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal itu disampaikan LH saat menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/2).

LH berpendapat maklumat FPI tidak sejalan dengan ISIS. Ia berujar isi maklumat dimaksud yaitu ukhuwah islamiyah dan tetap istiqomah di jalur NKRI dan menjaga ukhuwah islamiyah dari dunia barat.

Sebagai informasi, maklumat FPI merupakan salah satu bukti pelapor yang mengakibatkan Munarman dituduh terlibat dalam tindak pidana terorisme.

Munarman ditangkap Densus 88/Antiteror di kediamannya di Pamulang, Tangerang Selatan, pada 27 April 2021 lalu karena diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme.

Jaksa lantas mendakwa Munarman telah menggerakkan orang lain untuk melakukan ancaman kekerasan dan tindak pidana terorisme. Munarman disebut melakukan itu lebih dari sekali di tempat berbeda.

(tfq/gil)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Beda Pandangan Ketua Jokowi Mania soal Label Teroris Munarman

Leave a Reply

Your email address will not be published.