• January 29, 2022 8:08 pm

Euforia Kemenangan Taliban Menjalar ke Indonesia

Dari 364 teroris yang ditangkap pada 2021, 174 di antaranya anggota Jamaah Islamiyah. Mereka ditangkap pada Agustus bertepatan dengan kemenangan Taliban.

Jakarta, CNN Indonesia —

Euforia kemenangan Taliban di Afghanistan sayup merambat hingga ke akar rumput sejumlah kelompok Islam di Indonesia. Keberhasilan Taliban mengokupasi pusat pemerintahan di Kabul jadi pengantar glorifikasi untuk narasi kebangkitan umat.

Geliat propaganda dalam merespons kejayaan Taliban itu dalam pengawasan ketat aparat. Detasemen Khusus 88 Anti Teror mencatat sejumlah kelompok Islam di Indonesia turut merayakan kemenangan para kombatan di Afghanisatan itu sejak mereka berhasil memaksa Amerika Serikat menarik mundur bala tentaranya pada Agustus lalu.

“Catatan kita, ada JAS (Jamaah Ansharut Sunnah). Dia ini yang pertama kali mengeluarkan press release, dan mengglorifikasi Taliban pada saat itu. Dan juga Forum Persaudaraan Umat Islam (FPUI), dia mencoba mengglorifikasi kemenangan Taliban itu secara resmi melalui tertulis,” Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Densus 88 mencermati beberapa hari setelah pengumuman pengambilalihan ibu kota negara Afghanistan oleh Taliban, sejumlah kelompok radikal di Indonesia menggunakan isu tersebut untuk menggugah semangat jihadnya.

Respons perayaan kemenangan Taliban tak hanya dipublikasikan lewat keterangan resmi. Lebih liar lagi, narasi perjuangan umat menyebar terutama di media sosial, broadcast WhatsApp dan Telegram, bahkan juga lewat ceramah di beberapa masjid.

Dalam waktu singkat, platform media sosial ramai dengan narasi perjuangan Islam. Teks berisi keindahan hidup bernegara dengan hukum Islam berseliweran di grup pesan singkat.

Ragam apresiasi terucap dari anggota grup. Doa pun dipanjatkan. Ada pula segelintir respons yang terlontar berisi ajakan untuk melihat keadaan Indonesia dan berjuang ke arah yang lebih baik.

Sejarah mencatat bahwa para jihadis mendatangi Afghanistan sebagai battleground atau pusat pelatihan perang ketika negeri tersebut berkonflik dengan Uni Soviet.

Atas dasar itu pula aparat mewaspadai pergerakan kalangan radikal Indonesia berangkat ke medan perang. Aswin tak menampik semangat kemenangan Taliban yang terus digelorakan bisa memicu keinginan jaringan teror di Indonesia untuk turut terlibat dalam perjuangan di Afghanistan.

“Bahwa dulu juga ada konflik di Afghanistan, kemudian mengundang seluruh jihadis datang ke sana, bergabung dengan Mujahidin Afghanistan. Sekarang situasi yang sama hampir boleh dibilang terulang lagi,” kata Aswin.

Syahdan Agustus itu penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 meningkat tajam dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ada 62 orang terduga teroris yang ditangkap. Sementara pada Juli, hanya ada 8 yang ditangkap, Juni 25 dan Mei 17.

Belum ada aksi teror, tapi penangkapan sudah digalakkan, terutama terhadap anggota Jamaah Islamiyah yang banyak anggotanya merupakan alumni Afghanistan. Sepanjang 2021, setidaknya 364 terduga teroris ditangkap, 178 di antaranya anggota Jamaah Islamiyah.

Beberapa di antaranya adalah Farid Okbah dan Ahmad Zain An-Najah yang kemudian menjadi sorotan khalayak luas.

Farid Okbah, yang dikenal sebagai penceramah serta Ketua Umum Partai Dakwah, juga tercatat sebagai pengurus MUI Kota Bekasi. Farid Okbah pun pernah ke Istana Kepresidenan berbincang dengan Presiden Jokowi pada Juni 2020.

Sementara Ahmad Zain An-Najah merupakan pengurus Komisi Fatwa MUI pusat. Setelah diproses hukum aparat, dia dicopot dari pengurus MUI. 

Berlanjut ke halaman berikutnya…


Dampak Kemenagan Taliban ke Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

Sumber: CNN Indonesia | Euforia Kemenangan Taliban Menjalar ke Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.