• January 29, 2022 7:34 pm

Lebih dari 30 Korban Serangan Brutal Militer Myanmar Telah Dimakamkan

KELOMPOK pemberontak Myanmar mengatakan telah mengubur lebih dari 30 orang yang tewas dan terbakar dalam serangan.

Aktivis oposisi menyalahkan tentara Myanmar atas serangan 24 Desember di dekat desa Mo So di Negara Bagian Kayah tersebut, di mana kelompok bantuan Save the Children mengatakan dua stafnya tewas.

Juru bicara junta belum mengomentari serangan tersebut tetapi media pemerintah di Myanmar yang dikelola militer sebelumnya melaporkan bahwa tentara telah menembak dan membunuh sejumlah teroris bersenjata di desa itu.

“Kami mengubur setiap mayat yang kami temukan di tempat kejadian,” kata seorang komandan Pasukan Pertahanan Nasional Karenni (KNDF), salah satu pasukan sipil terbesar yang dibentuk untuk menentang kudeta militer 1 Februari 2021.

Foto-foto yang diunggah media daring menunjukkan anggota KNDF mengubur jenazah di makam yang dilapisi dengan balok beton. Bunga-bunga berserakan di atas jenazah dan lilin dinyalakan di samping kuburan.

Komandan, yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan meskipun sulit untuk mengidentifikasi jenazah yang dikuburkan pada Rabu (29/12), dia yakin mereka termasuk staf Save the Children.

Juru bicara Save the Children menolak berkomentar, tetapi kelompok itu sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dua pekerjanya yang merupakan ayah muda, tewas dalam serangan itu.

Komunitas internasional telah menyatakan keterkejutannya atas serangan itu dengan kedutaan AS di Myanmar menggambarkannya tindakan sebagai biadab.

Dalam sebuah pernyataan pers yang diterbitkan pada hari Rabu (29/12), Dewan Keamanan PBB mengatakan anggotanya mengutuk pembunuhan yang dilaporkan terhadap sedikitnya 35 orang, termasuk empat anak dan dua staf Save the Children.

Dikatakan Dewan Keamanan PBB menekankan perlunya memastikan akuntabilitas atas tindakan tersebut dan menyerukan penghentian segera semua kekerasan serta menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan memastikan keselamatan warga sipil.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Sejak kudeta, lebih dari 1.300 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan lebih dari 11.000 telah dipenjara, menurut penghitungan oleh Asosiasi untuk Bantuan Tahanan Politik.

Militer membantah jumlah korban tewas yang diungkapkan kelompok itu. (Aiw/Straitstimes/OL-09)


Sumber: Media Indonesia | Lebih dari 30 Korban Serangan Brutal Militer Myanmar Telah Dimakamkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.