• August 12, 2022 6:31 am

Tjahjo Ungkap Belasan PNS Gagal Naik Jabatan karena Radikalisme

Menpan-RB Tjahjo Kumolo menyebut belasan PNS gagal naik jadi eselon I karena keluarganya kedapatan terpapar paham radikalisme.
Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan setidaknya enam belas PNS gagal menjadi eselon I akibat keluarganya terpapar konten radikalisme di media sosial.

Menurutnya, tindakan dan jejak digital keluarga dapat mempengaruhi proses penilaian jika terkait dengan terorisme dan radikalisme.

“Ini saya bikin stres, dua tahun Kemenpan-RB dalam sidang TPA (Tim Penilai Akhir), hampir di atas 16 calon eselon 1 yang sudah hebat, profesor, doktor, mulai dari bawah naik, ikut TPA gagal jadi eselon 1 gara-gara kelakuan istrinya atau suaminya,” ujar Tjahjo dalam acara Peningkatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Hotel Bidakara, Rabu (1/12).

Tjahjo menegaskan bahwa paham terorisme dan radikalisme adalah ancaman bangsa. Jika pasangan atau keluarga ASN mengakses tokoh-tokoh radikal dan teroris, proses penilaian bisa gagal.

“Hampir setiap bulan kami mengeluarkan SK ASN yang kita berhentikan karena terpapar radikalisme terorisme,” tambah Tjahjo.

Dia mengatakan bahwa rekam jejak digital tidak akan bisa dihilangkan. Pemerintah bisa melihat data dan jejak rekam digital warganya jika dibutuhkan.

“Makanya hati-hati kalau orang mau jadi pejabat,” tutur Tjahjo.

Tjahjo menyebut radikalisme dan terorisme sebagai tantangan berat dan kompleks yang sedang dihadapi oleh ASN dan Kemenpan-RB. Ia meminta agar ASN tegas menolak paham radikalisme.

“Kita harus berani bersikap siapa kawan siapa lawan. Adalah perorangan, kelompok, dan golongan yang dia terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menyebar masalah radikalisme teroris,” ujarnya

(cfd/bmw)

[Gambas:Video CNN]


Sumber: CNN Indonesia | Tjahjo Ungkap Belasan PNS Gagal Naik Jabatan karena Radikalisme

Leave a Reply

Your email address will not be published.