• January 29, 2022 7:29 pm

Publik Apresiasi Kinerja Jokowi dan Harapkan Prabowo di 2024

HASIL survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (LANSKAP) menemukan sebagian besar publik masih menjatuhkan pilihannya kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden 2024.

Elektabilitasnya mencapai 23,0% yang berarti menunjukkan masih besarnya harapan publik kepada Prabowo. Iti untuk dapat mewujudkan visi misi ekonomi politiknya yang tertunda tentang mewujudkan negara dan bangsa Indonesia yang demokratis, bersatu, kuat, maju dan makmur.

“Meskipun diterpa isu migrasi pemilih yang kecewa terhadap bergabungnya Prabowo ke dalam pemerintahan Jokowi, tampaknya elektabilitas Prabowo masih cukup tinggi. Mungkin saja dapat diartikan bahwa sebagian pendukung mulai mengerti sikap yang diambil Prabowo untuk persatuan bangsa,” kata Direktur Eksekutif Lanskap Mochammad Thoha dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Menurut dia menyusul bergabungnya Sandiaga Uno ke barisan kabinet saat ini seolah-olah ada ajakan untuk mencairkan situasi. Untuk posisi berikutnya setelah Prabowo ditempati oleh Anies, Ganjar dan Sandi. Kemudian diikuti oleh AHY, Ridwan Kamil, Puan Maharani, Airlangga Hartarto dan seterusnya.

“Untuk posisi kedua dan ketiga ditempati masing-masing oleh Anies Baswedan dengan perolehan 14,1% dan Ganjar Pranowo dengan 13,6% pilihan,” katanya.

Ia mengatakan pilihan publik ke Anies mungkin saja disebabkan karena sosok Anies yang juga pluralis dan religius. Sementara Ganjar mungkin lebih dikenal sebagai sosok yang populer karena sering turun kebawah terutama di provinsi Jawa tengah tempatnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Survei ini juga menanyakan pertanyaan simulasi pasangan capres-cawapres. Hasil simulasi tersebut menunjukkan tingkat keterpilihan yang tinggi terhadap pasangan dimana yang menjadi calon presidennya Prabowo.

“Pasangan Prabowo-Puan yang tertinggi (67,7%) dibandingkan Prabowo-Anies (63,6%), Prabowo-Ganjar (62,0%) dan Prabowo-Sandi (58,7%). Namun jika dibalik dimana Prabowo sebagai cawapres persentase keterpilihannya jauh menurun, tetapi masih tetap menjadi pilihan utama dalam semua simulasi yang menempatkan Prabowo sebagai cawapres,” tuturnya.

Hanya ada sebagian kecil publik memilih Prabowo diposisi cawapres dan bahwa ada sebagian besar publik memilih Prabowo sebagai capres. Sementara pasangan capres-cawapres lain seperti Anies-Ganjar 48,5%, Anies Sandi 46,2%, Anies-Puan 40,1%, Anies-Airlangga 38,9% atau, Ganjar-Anies 47,1%, Ganjar-Sandi 46,7%, Ganjar-Airlangga 41,1% atau Ganjar-Puan 39,4%.

Kinerja Jokowi

Thoha juga memaparkan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin saat ini dirasakan publik cukup memuaskan. Terlihat dari angkanya yang berada diatas 50%.

“Kepuasan itu didapat terutama dari kinerja Presiden sendiri dan kabinet sebagai bagian dari eksekutif. Melihat dominannya peran Jokowi, mungkin wajar saja jika ada publik yang melihat perlu ada reshuffle kabinet demi meningkatkan lagi kinerja menteri-menterinya disisa masa jabatannya.

Di samping itu ada beberapa isu utama yang saat ini mendapat perhatian publik luas, pertama tentang isu mafia tanah yang jadi perhatian publik karena kasus yang menimpa artis Nirina Zubir.

“Sebagian besar publik meyakini bahwa mafia tanah memang benar-benar ada dan terjadi di Indonesia. Tentu untuk menjaga keamanan dan meningkatkan kepercayaan publik, pemerintah harus memastikan sesuai dengan otoritasnya menciptakan kepastian hukum,” urainya.

Lalu isu berikut yang diukur melalui survei ini adalah tentang maraknya wacana pro kontra pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusul dugaan ketetrlibatan oknum MUI pada gerakan terorisme.Survei ini menemukan bahwa sebagian besar publik tidak menyetujui pembubaran MUI.

Terlepas dari isu-isu tersebut, kata Thoha, publik luas ternyata tetap memiliki harapan dan keyakinan yang tinggi terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Maruf Amin di tahun 2022. Asa positif akan kehidupan publik yang lebih baik masih besar untuk pemerintahan Joko Widodo- Maruf Amin.

Survei ini kata dia dilaksanakan pada 11-25 November 2021 dengan teknik pencuplikan sampel menggunakan multistage random sampling yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Sampel yang dicuplik adalah penduduk yang berusia min 17 tahun keatas dan atau yang sudah pernah menikah sebesar 1420 responden dengan Margin of Error ± 2,6% dan tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui wawancara langsung. (OL-13)

Baca Juga: Lanjutan Sidang Asabri, Saksi Ahli: Pelanggaran SOP Tak Bisa Dipidana


Sumber: Media Indonesia | Publik Apresiasi Kinerja Jokowi dan Harapkan Prabowo di 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published.