RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah, dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, generasi muda memiliki peran penting dalam merawat persatuan, termasuk melalui perilaku sehari-hari dan aktivitas di ruang digital.
“Setelah mengikuti Kemah Kebangsaan ini saya harap teman-teman bisa menjadi agen-agen perubahan di sekolah masing-masing, ini ada 58 sekolah. Kemarin saya juga sudah deklarasi dengan komite sekolah yang meliputi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua,” ujar Eddy, yang dikonfirmasi ANTARA.
Di tengah derasnya arus informasi, dia mengingatkan pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis agar tidak mudah terpengaruh provokasi, ujaran kebencian, maupun konten yang mendorong kekerasan.
Dia berharap para pelajar mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta membangun ruang digital yang sehat dan bebas dari ujaran kebencian.
Untuk itu, Kepala BNPT mengajak para pelajar menerapkan prinsip 3T, yakni Tahan, Telusuri, dan Timbang, sebelum mempercayai atau membagikan informasi.
“Jangan sampai terpapar oleh info-info kekerasan, ujaran kebencian. Jadi, teman-teman harus menerapkan 3T, Tahan dulu informasinya, Telusuri dulu jangan dibagikan informasinya, dan Timbang dulu perlu tidak di-share informasinya,” tuturnya.
Eddy juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap ruang digital yang diakses anak dan remaja.
Baca juga: BNPT soroti 620 anak terpapar radikalisme dan paham kekerasan
Berdasarkan data yang dihimpun BNPT, terdapat 782 anak di 18 provinsi yang terpapar konten kekerasan melalui berbagai grup digital, termasuk true crime community (TCC), yang membahas berbagai kasus kriminal dan insiden kekerasan.
Data tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa pendampingan terhadap anak di ruang digital perlu diperkuat melalui kolaborasi orang tua, tenaga pendidik, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Dia mengatakan upaya perlindungan tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dengan membekali generasi muda kemampuan berpikir kritis, empati, dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (Pionir) Muhammad Hanif mengatakan kegiatan Kemah Kebangsaan menjadi momentum penting bagi pelajar untuk mempererat persaudaraan sekaligus mengembangkan sikap kritis dan demokratis.
“Harapan saya semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi semua untuk memperkuat tali persaudaraan dan membuktikan bahwa pelajar Indonesia adalah pelopor perubahan yang kritis serta demokratis,” ungkap Hanif.
Baca juga: BNPT perkuat benteng pelajar dari paparan ekstremisme digital
Kegiatan tersebut diikuti pelajar dari 58 sekolah sebagai ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat wawasan kebangsaan, toleransi, dan semangat persaudaraan.
Melalui Kemah Kebangsaan BP2M 2026, BNPT mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada pemahaman nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata.
Tindakan nyata dimaksud, yakni menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, menghentikan perundungan, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai setiap pelajar untuk menciptakan lingkungan yang damai.
BNPT meyakini bahwa menjaga Indonesia tetap aman dan damai merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, sekolah dapat menjadi ruang tumbuh yang inklusif, tempat perbedaan dihargai, persahabatan diperkuat, dan nilai-nilai perdamaian terus diwariskan.
Baca juga: MPR: Penguatan literasi digital kunci lindungi anak dari radikalisme
Baca juga: BNPT bersama DPR RI libatkan guru cegah siswa terpapar radikalisme
Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Kepala BNPT ajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek jadi agen perdamaian” pada 2026-10-20 22:41:00
