• September 10, 2026 11:13 pm

Dokumen Rahasia 911 Terungkap Pejabat New York Tahu Udara Manhattan Beracun

Dokumen Rahasia 9/11 Terungkap: Pejabat New York Tahu Udara Manhattan Beracun

RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)

Mug peringatan tragedi 9/11 dijual di New York, Amerika Serikat.(AFP/KENA BETANCUR)

SEBUAH fakta mengejutkan terungkap melalui ribuan dokumen yang baru saja dirilis terkait tragedi 9/11. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Manhattan tercatat sangat beracun sesaat setelah serangan teroris tahun 2001, meskipun para pejabat saat itu terus meyakinkan publik bahwa kondisi lingkungan aman bagi kesehatan.

Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengungkapkan bahwa kandungan asbes ditemukan “hampir di mana-mana” di sekitar Ground Zero, lokasi runtuhnya menara World Trade Center (WTC). Pernyataan ini disampaikan saat ia mengumumkan perilisan 170.000 dokumen yang selama ini tersembunyi dari publik.

“Masyarakat jatuh sakit karena para pemimpin yang mereka percayai berbohong dan memberi tahu mereka bahwa udara beracun itu aman untuk dihirup,” tegas Mamdani dalam konferensi pers pada Selasa waktu setempat.

Kematian Akibat Paparan Debu Melampaui Korban Serangan

Data dari otoritas kesehatan Amerika Serikat menunjukkan dampak jangka panjang yang mengerikan. Penyakit yang berkaitan dengan debu dan asap dari runtuhnya menara WTC kini telah merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan jumlah korban tewas langsung saat serangan, yang mencapai hampir 3.000 jiwa.

Ribuan orang dilaporkan mengalami efek kesehatan serius, termasuk berbagai jenis kanker, setelah menghirup kontaminan berbahaya di area tersebut. Jon Stewart, pembawa acara TV sekaligus advokat penyintas 9/11, mengecam keras penundaan informasi ini.

“Jadi, untuk bersikap adil kepada mereka, mereka hanya mengubur informasi itu selama 25 tahun,” ujar Stewart dengan nada sarkastik.

Ia menambahkan bahwa dokumen tersebut membuktikan pemerintah kota sudah mengetahui toksisitas udara sejak Oktober 2001, hanya sebulan setelah serangan terjadi.

Bukti dalam “Harding Memo”

Salah satu dokumen kunci yang dirilis adalah korespondensi Oktober 2001 yang dikenal sebagai “Harding Memo”. Dalam memo tersebut, seorang asisten memperingatkan mantan Wakil Wali Kota Robert Harding bahwa kota itu bisa menghadapi hingga 35.000 tuntutan hukum atas respons mereka terhadap serangan tersebut.

Dokumen itu secara eksplisit menyatakan bahwa pemerintah kota berisiko digugat karena anjuran kesehatan yang dikeluarkan menyebabkan individu “kembali ke area tersebut terlalu dini (menyebabkan paparan racun atau kerugian emosional)”.








Poin Temuan Utama Detail Informasi
Kandungan Berbahaya Asbes ditemukan hampir di seluruh titik pengujian dekat Ground Zero.
Instruksi Pembersihan Warga diminta membersihkan debu dengan “pel dan kain basah”, padahal asbes hanya boleh ditangani profesional berlisensi.
Risiko Hukum Pemerintah kota memprediksi adanya 35.000 klaim hukum akibat paparan racun.
Jumlah Dokumen 170.000 dokumen dirilis (ditemukan dalam 68 kotak tahun lalu).

Kegagalan Otoritas Lingkungan

Hanya beberapa hari setelah serangan, pejabat kota dan federal, termasuk Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA), menyatakan udara di dekat Menara Kembar aman. Christine Todd Whitman, kepala EPA saat itu, belakangan meminta maaf atas pernyataan tersebut, dengan dalih bahwa lembaga tersebut telah melakukan yang terbaik berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki saat itu.

Namun, memo lain dari Ester Fuchs, penasihat khusus Wali Kota Michael Bloomberg saat itu, mengakui adanya “masalah potensial bagi Balai Kota” terkait temuan asbes yang kontradiktif dengan pernyataan resmi pejabat kesehatan.

Dampak Nyata bagi Keluarga Korban

Perilisan dokumen ini merupakan hasil dari gugatan kelompok advokasi 9/11 Health Watch. Bagi banyak keluarga, informasi ini datang terlambat namun sangat krusial untuk sejarah medis mereka.

Karen Klingon, yang terlibat dalam gugatan tersebut, menceritakan saudaranya yang tinggal dekat Ground Zero meninggal pada usia 61 tahun akibat tumor otak setelah sebelumnya menderita asma dan kanker. Sementara itu, Phil Alvarez, yang saudaranya Luis Alvarez meninggal karena kanker pada 2019, menegaskan bahwa dampak tragedi ini belum berakhir.

“Orang-orang terus jatuh sakit setiap hari, dan terus meninggal,” pungkas Alvarez.

Catatan: Dokumen-dokumen ini dirilis melalui portal daring menjelang peringatan 25 tahun serangan 9/11 pada Jumat ini. Lebih banyak dokumen dijadwalkan akan dibagikan selama satu tahun ke depan.

(bbc/Z-1)

Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “Dokumen Rahasia 911 Terungkap Pejabat New York Tahu Udara Manhattan Beracun” pada 2026-09-10 09:28:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *