RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Singapura (ANTARA) – Singapura terus menghadapi ancaman terorisme yang tinggi, di mana negara tersebut dan kepentingan-kepentingannya masih menjadi sasaran yang menarik bagi elemen-elemen teroris, demikian disampaikan Departemen Keamanan Dalam Negeri Singapura pada Kamis (10/9).
Di dalam laporannya tentang evaluasi ancaman terorisme, departemen tersebut menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris, termasuk al-Qaeda dan ISIS, terus merekrut pendukung secara daring dan menginspirasi terjadinya serangan-serangan di seluruh dunia, sementara konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko serangan di luar zona konflik dan berkontribusi pada radikalisasi.
Potensi kembalinya pejuang teroris asing ke Asia Tenggara juga semakin menambah ancaman di seluruh kawasan tersebut.
Laporan itu juga menyoroti bahwa di Asia Tenggara, ekstremisme Islamis masih menjadi perhatian, sementara narasi ekstremis kekerasan dari kelompok sayap kanan ekstrem dan yang beraliran nihilisme semakin mendapat dukungan dan telah muncul dalam sejumlah serangan yang terjadi baru-baru ini.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “Singapura hadapi ancaman terorisme tinggi di tengah konflik global” pada 2026-09-10 22:10:00
