RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
PENDAMPINGAN terhadap murid tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan muncul. Guru perlu mengenali potensi, memahami kebutuhan, membangun komunikasi, dan mendampingi proses tumbuh kembang murid secara berkelanjutan.
Semangat tersebut menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Webinar Series 7 Jurus BK Hebat yang mengangkat tema Menguatkan Peran Guru Wali sebagai Pendamping Tumbuh Kembang Murid melalui 7 Jurus BK Hebat.
Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus menilai penguatan peran Guru Wali menjadi penting di tengah semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi murid. Persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga menyangkut emosi, relasi sosial, karakter, perkembangan teknologi dan media digital, perundungan, kekerasan, hingga persoalan psikososial.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali Muis, mengatakan sekolah harus mampu hadir lebih awal untuk mengenali kebutuhan dan potensi murid.
“Kita menyadari bahwa murid kita hari ini tumbuh dalam situasi yang semakin kompleks. Karena itu sekolah tidak cukup hadir ketika masalah sudah terjadi. Sekolah harus mampu mengenali lebih awal, mencegah, mendampingi, sekaligus mengembangkan kekuatan yang dimiliki setiap murid,” ujar Arif dalam keterangannya, Kamis (3/9).
Menurut dia, layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki posisi strategis dalam sistem pendampingan murid. Guru BK memiliki kompetensi profesional untuk melaksanakan asesmen kebutuhan, layanan dasar, layanan responsif, perencanaan individual, dukungan sistem, hingga rujukan sesuai kebutuhan murid.
Namun, pendampingan murid tidak dapat dibebankan hanya kepada Guru BK. Proses tumbuh kembang murid berlangsung setiap hari dalam berbagai interaksi di sekolah.
“Pendampingan terhadap murid tidak mungkin hanya dibebankan kepada Guru BK,” kata Arif.
Guru Wali Jadi Pendamping Dekat Murid
Penguatan peran Guru Wali menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendampingan yang lebih terintegrasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Guru Wali memiliki peran dalam pendampingan akademik serta pengembangan kompetensi, keterampilan, dan karakter murid secara berkelanjutan.
Guru Wali berkolaborasi dengan Guru BK dan wali kelas. Dengan demikian, pendampingan murid diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem sekolah yang saling mendukung.
“Yang ingin kita bangun bukanlah pembagian tugas yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sistem pendampingan murid yang terintegrasi dan kolaboratif,” ujar Arif.
Konsep tersebut juga sejalan dengan penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, yang menempatkan murid sebagai pusat pendampingan dengan memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, sosial, spiritual, serta keamanan digital.
Dalam ekosistem tersebut, Guru Wali menjadi pendamping yang dekat dengan keseharian murid. Guru BK memberikan dukungan profesional, sementara wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua atau keluarga, kepala sekolah, dan komunitas turut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang murid.
Tujuh Jurus, Satu Tujuan
Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dikembangkan untuk memberikan pendekatan praktis yang dapat digunakan guru dalam melakukan pendampingan dasar kepada murid.
Tujuh jurus yang diperkenalkan meliputi Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi.
Program ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan seluruh guru sebagai konselor. Guru BK tetap menjalankan fungsi profesionalnya, sedangkan Guru Wali, wali kelas, dan guru mata pelajaran menjalankan peran masing-masing.
Melalui 7 Jurus BK Hebat, guru diharapkan semakin peka terhadap kondisi murid, mampu melakukan deteksi dini, memberikan dukungan awal, membangun komunikasi yang sehat, serta memahami kapan harus berkolaborasi, berkonsultasi, atau merujuk murid kepada Guru BK maupun tenaga profesional lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, setiap guru diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pendampingan murid sesuai peran dan kewenangannya.
Kenali Potensi Jadi Langkah Awal
Pada seri pertama, peserta diajak memulai dari Jurus 1: Kenali Potensi.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan STEM dan Kompetensi Guru, Prof. Maila Dinia Husni Rahiem, menempatkan kemampuan mengenali potensi sebagai langkah awal dalam pendampingan murid.
Guru didorong untuk mengenali kekuatan murid, minat yang dimiliki, situasi ketika murid mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, aspek yang masih perlu dikembangkan, serta dukungan yang dibutuhkan.
“Kenali potensi” bukan sekadar mengetahui nilai atau prestasi akademik murid. Lebih dari itu, guru perlu melihat murid sebagai individu yang memiliki kekuatan, minat, kebutuhan, dan karakteristik yang berbeda.
Dalam materi “Guru Wali: Pendamping Berkelanjutan bagi Murid”, Prof. Maila menjelaskan bahwa Guru Wali berperan mendampingi siswa dalam pengembangan akademik, kompetensi, keterampilan, dan karakter secara berkelanjutan. Guru Wali juga berkolaborasi dengan Guru BK dan wali kelas dalam menjalankan pendampingan tersebut.
Dari Webinar ke Praktik di Sekolah
Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan dan Penghargaan, Ahmad Budidarma mengatakan Webinar Series 7 Jurus BK Hebat dirancang agar pengetahuan yang diperoleh guru dapat diterapkan dalam interaksi sehari-hari dengan murid.
“Webinar ini tidak diharapkan berhenti pada penambahan pengetahuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi praktik pendampingan murid yang nyata di satuan pendidikan,” ujar Ahmad.
Menurutnya, pola pendampingan yang dibangun melalui program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter positif serta pengembangan aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier murid.
Webinar dilaksanakan dalam tujuh pertemuan. Setiap pertemuan tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi contoh praktik baik yang dapat dikaitkan dengan situasi nyata di satuan pendidikan.
Peserta kegiatan mencakup Guru BK, Guru Wali, guru mata pelajaran, wali kelas, kepala sekolah, pengawas sekolah, pendidik pada satuan pendidikan khusus maupun inklusif, serta unsur lain yang memiliki peran dalam pendampingan dan pengembangan karakter murid.
Kemendikdasmen berharap rangkaian tujuh seri tersebut dapat memperkuat budaya pendampingan di sekolah. Bukan sekadar membuat murid lebih berprestasi secara akademik, tetapi memastikan setiap murid merasa dikenal, didengar, dan didampingi.
Pada akhirnya, penguatan Guru Wali dan Guru BK diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan sekolah yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan mampu mendukung setiap murid tumbuh sesuai potensi terbaiknya. (Cah/P-3)
Artikel ini telah dimuat di mediaindonesia.com dengan Judul “7 Jurus BK Hebat, Upaya Kemendikdasmen Perkuat Pendampingan Murid di Sekolah” pada 2026-09-03 16:06:00
