RadicalismStudies.org | Pusat Kajian Radikalisme dan Deradikasilisasi (PAKAR)
Washington (ANTARA) – Departemen Luar Negeri AS, Kamis (13/8), mengumumkan penghentian program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) yang “bersifat diskriminatif dan berlandaskan ideologi ekstrem” dalam pelatihan diplomatik, serta mengembalikan prioritas pada prestasi, kompetensi, dan profesionalisme.
Sebaliknya, Deplu AS, dalam pernyataannya, menyatakan pihaknya memulihkan prinsip prestasi dan kompetensi, ketelitian, dan akuntabilitas dalam korps diplomatik, serta memfokuskan kembali pelatihan pada keterampilan diplomatik praktis yang melayani kepentingan bersama rakyat Amerika.
Menurut Deplu AS, korps diplomatik seharusnya berfokus pada pelindungan kepentingan nasional AS—yaitu memerangi kekuatan yang memusuhi negara, terorisme, penyelundupan narkoba, dan imigrasi ilegal—alih-alih membuang-buang upaya untuk pelatihan ideologis dan promosi norma gender.
Materi yang dianggap bermasalah mencakup topik “rasisme sistemik” dan “hak istimewa kulit putih” dalam kelas-kelas bahasa yang jarang dipelajari—seperti bahasa Urdu, Bengali, dan Ibrani—serta panduan penggunaan kata ganti buatan seperti “Ze” dan “Zir”.
Deplu AS itu lebih lanjut menyatakan bahwa praktik-praktik semacam itu memicu perpecahan di dalam tim dan mengurangi efektivitas misi diplomatik.
Tak lama setelah menjabat sebagai presiden ke-47, Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang mengakhiri program DEI di lingkungan pemerintah federal.
Perintah tersebut menegakkan undang-undang federal yang sudah lama berlaku untuk melindungi warga Amerika dari diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, atau asal-usul kebangsaan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Deplu AS lapor ke Kongres soal kirim senjata dari Turkiye ke Ukraina
Baca juga: India panggil diplomat AS atas serangan kapal di Teluk Oman
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini telah dimuat di www.antaranews.com dengan Judul “AS akhiri agenda keberagaman dan inklusi di Korps Diplomatik” pada 2026-08-14 09:24:00
